Budayawan Dorong Museum Sulut Lebih Hidup dan Interaktif

  • 05 Jun 2026 16:03 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara didorong tidak hanya menjadi tempat penyimpanan koleksi sejarah, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi aktivitas kebudayaan yang melibatkan masyarakat.

Budayawan Denni Pinontoan menilai museum modern harus bertransformasi menjadi pusat edukasi dan ruang ekspresi budaya yang aktif.

"Jangan lagi kita memahami museum itu sebagai gudang kebudayaan. Museum modern adalah ruang untuk menghidupkan kebudayaan masa lalu maupun kebudayaan masa kini," ujar Denni, Kamis, 4 Juni 2026.

Menurutnya, museum seharusnya menjadi etalase kebudayaan Sulawesi Utara yang menampilkan seluruh kekayaan budaya daerah, tidak hanya melalui koleksi benda bersejarah, tetapi juga melalui berbagai kegiatan seni dan budaya.

Denni mengusulkan agar museum rutin menggelar pertunjukan seni, pembacaan puisi berbahasa daerah, pameran seni rupa, hingga kegiatan budaya lainnya.

"Orang berkunjung tidak hanya melihat koleksi atau pajangan saja, tetapi juga melihat kebudayaan yang hidup hari ini," katanya.

Senada dengan itu, akademisi dan budayawan Ivan Kaunang menilai museum memiliki peran penting sebagai sarana pendidikan dan destinasi wisata minat khusus.

"Jadi museum itu sangat penting untuk pendidikan. Museum akan hidup kalau ada kreativitas dan interaksi dengan masyarakat," ujarnya.

Saat ini Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara telah memiliki sejumlah ruang tematik yang menampilkan perjalanan sejarah, budaya, wastra, teknologi tradisional, tokoh pejuang daerah, hingga perkembangan peradaban Sulawesi Utara dari masa ke masa.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Pemerintah daerah berharap revitalisasi museum dapat meningkatkan kunjungan masyarakat sekaligus memperkuat pemahaman generasi muda terhadap sejarah dan identitas daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....