KCBD Hadirkan Beragam Program Pendampingan Kesehatan Mental Selama 5 Tahun

  • 23 Mei 2026 16:47 WIB
  •  Manado
Poin Utama
  • Co Founder KCBD, Anjeli Agantu, menyebut selama lima tahun KCBD banyak mendapatkan pengalaman baru dalam mendampingi masyarakat dengan isu kesehatan mental karena setiap kasus memiliki pendekatan yang berbeda.
  • KCBD menjalankan berbagai program pendampingan seperti “Teman Bacirita” berupa konseling kelompok tatap muka rutin setiap bulan serta “Teman Bacirita Online” untuk menjangkau peserta dari luar Manado.
  • Program “Kamar Curhat” yang digelar secara daring melalui Zoom terus mengalami peningkatan peserta setiap tahun, dengan dukungan pendampingan dari psikolog klinis dan layanan hotline melalui Instagram @komunitascegahbunuhdiri.

RRI.CO.ID, Manado — Berbagai pengalaman dalam mendampingi masyarakat terkait kesehatan mental dirasakan Komunitas Cegah Bunuh Diri (KCBD) selama lima tahun berdiri. Hal tersebut disampaikan Co-Founder KCBD, Anjeli Agantu, saat perayaan HUT ke-5 KCBD di Kawasan Megamas pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Menurut Anjeli, setiap proses pendampingan memberikan pelajaran baru bagi komunitas karena setiap individu memiliki pengalaman dan kondisi yang berbeda.

“Banyak pengalaman baru yang kami dapatkan karena manusia itu dinamis. Kadang dalam satu kasus yang sama pun pengalaman pendampingannya berbeda, jadi sangat banyak pelajaran yang kami dapatkan,” ujar .

Selama perjalanannya, KCBD telah menjalankan berbagai program pendampingan kesehatan mental. Salah satunya melalui layanan “Teman Bacirita” yang merupakan konseling kelompok dan dilaksanakan secara rutin setiap bulan melalui pertemuan tatap muka.

“Untuk batch 6 ini kami punya layanan Teman Bacirita yaitu konseling kelompok yang rutin dilaksanakan setiap bulan secara tatap muka,” katanya.

Selain itu, KCBD juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai komunitas lain melalui sejumlah program pendampingan kesehatan mental. Tidak hanya secara langsung, KCBD turut menghadirkan program “Teman Bacirita Online” untuk menjangkau peserta dari luar Kota Manado.

“Karena banyak juga teman-teman dari luar Manado yang ingin bergabung, jadi kami membuka layanan secara online,” tambah Anjeli.

Program lainnya yakni “Kamar Curhat” yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom. Anjeli mengatakan, jumlah peserta program tersebut terus meningkat setiap tahun dan tidak hanya berasal dari Manado, tetapi juga dari berbagai daerah lainnya.

Dalam menjalankan program-program tersebut, KCBD turut berkolaborasi dengan psikolog klinis guna memberikan layanan pendampingan yang lebih profesional.

Bagi masyarakat yang membutuhkan layanan pendampingan kesehatan mental, KCBD dapat dihubungi melalui akun Instagram @komunitascegahbunuhdiri melalui direct message. Selain itu, masyarakat juga dapat mengakses tautan pada profil Instagram yang akan langsung terhubung dengan hotline WhatsApp KCBD.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....