SMK Negeri 2 Tondano Wakili Sulut di Program 3+1

  • 21 Mei 2026 16:53 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - SMK Negeri 2 Tondano resmi menjadi satu-satunya sekolah di Sulawesi Utara yang lolos seleksi Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri skema 3+1. Program ini diluncurkan Kemendikdasmen bersamaan dengan pelepasan 3.600 lulusan SMK dan LKP untuk bekerja ke luar negeri di Surabaya, Rabu [20/5/2026].

Dari ribuan SMK di Indonesia, hanya 49 sekolah yang dinyatakan lolos seleksi ketat untuk menjalankan program ini. Di Sulawesi Utara, SMK Negeri 2 Tondano menjadi perwakilan tunggal.

Program 3+1 merupakan inovasi kurikulum Kemendikdasmen yang menambahkan masa belajar 1 tahun setelah masa belajar reguler 3 tahun. Tambahan satu tahun ini difokuskan khusus untuk menyiapkan murid memasuki dunia kerja, terutama di pasar internasional. Sebelum berangkat, siswa dibekali kemampuan bahasa asing, sertifikasi kompetensi, dan pemahaman budaya kerja negara tujuan.

Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Femmy J. Suluh, M.Si., yang diwakili Kabid Pembinaan SMK Vecky Pangkerego, S.Pd., M.Pd., menyebut lolosnya SMK Negeri 2 Tondano sebagai bukti mutu pendidikan vokasi Sulut sudah diakui secara nasional.

“Ini peluang besar. Anak-anak Sulut tidak hanya siap kerja di dalam negeri, tapi sudah punya jalur langsung ke luar negeri dengan kompetensi yang diakui. Kami dorong sekolah lain untuk mempersiapkan diri mengikuti seleksi berikutnya,” ujar Vecky Pangkerego.

Sementara itu , Kepala SMK Negeri 2 Tondano, Maria, S.Pd., , Kamis , 21 Mei 2026 , menyambut baik terpilihnya sekolahnya dalam program 3+1. Menurutnya, program ini membuka akses siswa ke pengalaman kerja internasional tanpa harus menunggu lulus kuliah.

“Kami akan memastikan siswa yang berangkat sudah siap secara teknis maupun mental. Ini jalan bagi anak daerah untuk membantu keluarga sekaligus membawa nama baik Sulut di luar negeri,” kata Maria.

Salah satu siswa SMK Negeri 2 Tondano yang lolos seleksi juga mengaku bangga. “Kami akan buktikan anak daerah juga bisa bersaing,” ujarnya singkat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....