Wabup Vanda Sarundajang Edukasi Toleransi dan Kebangsaan di SMP Negeri 4 Tondano

  • 14 Mei 2026 22:27 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Minahasa - Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menggelar kegiatan Sosialisasi Bina Rohani di SMP Negeri 4 Tondano, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, sebagai bagian dari edukasi keberagaman dan penguatan karakter generasi muda menuju Indonesia Emas.

Dalam kegiatan itu, Vanda hadir tidak hanya sebagai pejabat daerah, tetapi juga memberikan pendekatan humanis kepada para siswa dengan menanamkan pentingnya toleransi, persatuan, dan nilai-nilai kebangsaan sejak dini.

“Kita ingin anak-anak Minahasa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan karakter budi pekerti yang baik,” ujar Vanda di hadapan ratusan siswa.

Ia menegaskan sinergi antara Kesbangpol dan FKUB menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Dalam sesi dialog interaktif bersama siswa, Vanda memaparkan berbagai fakta tentang Indonesia sebagai negara besar yang memiliki luas wilayah sekitar 2 juta kilometer persegi serta jumlah penduduk terbesar keempat di dunia.

Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama.

“Indonesia memiliki sekitar 17.500 pulau dan 1.340 suku bangsa. Keragaman ini adalah aset, bukan beban. Karena itu, siswa harus belajar menghargai perbedaan agama maupun suku sejak dari bangku sekolah,” tegasnya.

Vanda juga mengingatkan pentingnya membangun sikap toleransi guna mencegah konflik sosial yang kerap muncul akibat perbedaan latar belakang, budaya, maupun fisik.

Ia turut memberikan apresiasi kepada pihak SMP Negeri 4 Tondano yang dinilai terbuka dan aktif mendukung pembinaan karakter serta moral generasi muda.

Menurutnya, sekolah merupakan tempat terbaik untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan semangat hidup berdampingan dalam keberagaman.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung hangat dan interaktif. Para siswa kembali diingatkan bahwa meski memiliki perbedaan suku, agama, maupun penampilan fisik, seluruh masyarakat Indonesia tetap bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pembinaan rohani tersebut diharapkan mampu membentuk generasi muda Minahasa yang toleran, berkarakter, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat.

(Jeff Assa)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....