Ketua PWI Pusat, Akhmad Munir: AI Tak Bisa Gantikan Insting Wartawan
- 13 Mei 2026 17:54 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi mengundang Persatuan Wartawan Indonesia Pusat untuk menggelar kuliah umum bertema Tantangan Jurnalis di Era Digital di gedung Fakultas FISIP, Unsrat, Rabu, 13 Mei 2026. Dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir hadir sebagai narasumber utama.
Kegiatan ini turut didampingi Ketua PWI Sulawesi Utara Sintya Christin Bojoh dan Kepala Biro ANTARA Sulut, Hence Paat. Dalam rangkaian acara, juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Lembaga Kantor Berita Nasional Antara Sulawesi Utara dan FISIP Unsrat.
Dalam pemaparannya, Akhmad Munir menegaskan bahwa kecerdasan buatan atau AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam proses jurnalistik, tetapi tidak dapat menggantikan peran utama wartawan.
“AI harus dijadikan sebagai support atau alat bantu, bukan dasar bagi jurnalis untuk membuat karya. Insting wartawan dan emosi dalam menulis tidak akan bisa digantikan oleh AI,” ujar Akhmad Munir.
Menurut Munir, tantangan jurnalis di era digital semakin kompleks. Selain dituntut memiliki kompetensi dan keterampilan yang terus berkembang, jurnalis juga harus menjaga idealisme serta tetap berpihak pada kepentingan publik.
“Seorang jurnalis harus tetap menjaga idealismenya sebagai figur yang memperjuangkan kepentingan publik, sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” katanya.
Akhmad Munir juga menyoroti fenomena homeless media yang kini berkembang di Indonesia. Ia menilai keberadaan media independen tersebut tidak menjadi masalah selama tetap menjunjung prinsip-prinsip dasar jurnalistik.
“Asalkan orientasinya untuk kepentingan publik, menjaga keberimbangan, akurasi, dan menjadi bagian dari upaya melawan hoaks serta misinformasi, maka itu baik,” ujarnya.
Salah satu peserta, mahasiswa Ilmu Komunikasi Unsrat, Pretty A. Tampake, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari kuliah umum tersebut. Ia menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi jurnalistik saat ini.
“Materi ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi. Ke depan, kami ingin menghadirkan inovasi agar generasi muda kembali tertarik melihat perkembangan jurnalistik di Indonesia,” kata Pretty.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....