Pemkab Minahasa Luncurkan Kebijakan ASRI, Respons Krisis Iklim dan Tekanan Ekonom
- 16 Apr 2026 16:26 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Minahasa — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa resmi meluncurkan kebijakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) sebagai langkah strategis daerah dalam merespons dinamika ekonomi global sekaligus tantangan krisis iklim.
Peluncuran kebijakan tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Lynda D. Watania, saat memimpin Apel Kerja Bakti Pemkab Minahasa di Lapangan Manguni Sasaran, Kamis (16/4/2026). Pada kegiatan itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bertindak sebagai koordinator pelaksana lapangan.
Apel diikuti seluruh jajaran pejabat eselon II dan III, para asisten, staf ahli, hingga camat se-Kabupaten Minahasa. Ratusan aparatur sipil negara (ASN) turut ambil bagian dengan membawa peralatan kebersihan sebagai bentuk aksi nyata mendukung kebijakan tersebut.
Dalam arahannya, Sekda Lynda Watania menjelaskan kondisi internasional saat ini masih diliputi ketidakpastian. Perselisihan antarwilayah global, menurutnya, berdampak pada distribusi energi dunia dan turut memengaruhi perekonomian daerah, termasuk di Minahasa.
“Pemerintah pusat mendorong penghematan energi secara masif,” ujar Watania.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Minahasa mulai menerapkan sistem Work From Anywhere (WFA) bagi ASN. Kebijakan ini memungkinkan pegawai bekerja secara fleksibel tanpa mengurangi standar capaian kinerja.
Meski demikian, layanan publik dasar tetap diwajibkan bekerja secara luring. Instansi seperti RSUD, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Capil), serta Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) tidak termasuk dalam skema WFA guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Selain efisiensi kerja, Bupati Minahasa juga menginstruksikan agar kegiatan kerja bakti lebih terfokus pada titik-titik vital di kawasan Sasaran. Salah satu prioritas utama adalah pembersihan lingkungan pusat kota, termasuk normalisasi kebersihan Sungai Sumalangka.
Sekda Lynda turut mengimbau seluruh camat agar segera bergerak cepat mendukung implementasi kebijakan ASRI. Menurutnya, pusat kota Tondano menjadi barometer keberhasilan program tersebut, sehingga peran kecamatan sangat penting dalam mendorong kesadaran warga mengelola sampah sejak dari rumah tangga.
“Kita tidak boleh lagi hanya mengandalkan TPA,” tegasnya.
Untuk itu, setiap kecamatan didorong membangun bank sampah mandiri. Sampah plastik dan organik harus dipilah secara sistematis agar pengelolaan lingkungan menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.
Pemerintah juga memberikan perhatian khusus terhadap penanganan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Jenis sampah ini, kata Watania, membutuhkan perlakuan berbeda dan ketelitian aparatur di lapangan.
Di akhir arahannya, ASN diharapkan menjadi teladan bagi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sebagai bagian dari semangat kebijakan ASRI di Kabupaten Minahasa.
(Jeff Assa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....