Kepsek Walukow Apresiasi Kehadiran BPMP Sulut di SMA Negeri 1 Tomohon

  • 31 Mar 2026 08:13 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Tomohon - Momen bersejarah tercipta di SMA Negeri 1 Tomohon saat upacara bendera pasca libur nasional dan cuti bersama, dipimpin langsung oleh Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Utara (Sulut), Febry Dien. Kehadiran pimpinan BPMP ini pun membawa semangat baru bagi peningkatan mutu pendidikan.

Kepala SMA Negeri 1 Tomohon, Maria Walukow menyampaikan apresiasi mendalam atas kunjungan dan perhatian yang diberikan BPMP Sulut. Ia mengungkapkan, bahwa kehadiran langsung pimpinan BPMP dalam memimpin upacara bukan hanya simbolis, tetapi menjadi momentum penting dalam perjalanan sekolah.

“Ini adalah sejarah bagi kami. Kepala BPMP turun langsung memimpin upacara bendera di sekolah. Bahkan turut memberikan bantuan alat kebersihan sebagai bagian dari implementasi gerakan ASRI yang telah dicanangkan di Sulut,” ungkapnya.

Menurut Maria, dukungan tersebut sejalan dengan program kebersihan dan pembentukan karakter yang tengah digencarkan pemerintah provinsi. Kehadiran BPMP dinilai memperkuat komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan berkarakter.

Lebih lanjut, ia menilai kebijakan pendidikan yang saat ini digulirkan pemerintah sangat strategis dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.

“Kami melihat kebijakan ini luar biasa dan akan sangat berpengaruh terhadap mutu pendidikan di SMA Negeri 1 Tomohon. Karena itu, kami siap mengimplementasikan seluruh kebijakan dan aturan yang telah disampaikan,” tegasnya.

Salah satu kebijakan yang mulai diterapkan secara serius adalah pembatasan penggunaan gadget di lingkungan sekolah. Aturan ini diberlakukan tidak hanya kepada siswa, tetapi juga kepada guru dan seluruh pegawai.

Dalam praktiknya, penggunaan handphone di dalam kelas dilarang selama proses pembelajaran berlangsung, kecuali jika memang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

“Pengaturannya jelas. Jika tidak diperlukan, handphone harus dikumpulkan sebelum pembelajaran dimulai dan dikembalikan setelah jam pelajaran selesai. Ini sudah berjalan sekitar satu bulan,” jelas Maria.

Dia menambahkan, langkah ini diambil sebagai respons terhadap dampak negatif penggunaan gadget yang dinilai mulai memengaruhi konsentrasi dan kualitas belajar siswa.

Dengan sinergi antara sekolah dan BPMP Sulut, diharapkan berbagai kebijakan yang diterapkan tidak hanya menjadi aturan semata, tetapi mampu membentuk budaya belajar yang disiplin, sehat, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan di daerah.

(Anugrah Pandey)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....