Surat Puasa Uskup Manado: Satu Gereja, Satu Visi Satu Misi
- 19 Feb 2026 14:00 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado: Pada hari Rabu Abu, 18 Februari 2026, umat Katolik di seluruh dunia memulai Masa Prapaskah atau Masa Puasa. Dalam Surat Puasa Tahun 2026, Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC, mengatakan bahwa ciri khas Masa Prapaskah ialah mengenangkan atau mempersiapkan pembaptisan dan membina tobat. Tema Masa Prapaskah tahun ini adalah: Satu Gereja: Satu Visi, Satu Misi, Gerakan Misioner Gereja dalam menghadirkan Pengharapan. Tema ini sesuai dengan salah satu ciri khas Masa Prapaskah yakni mengenangkan atau mempersiapkan pembaptisan. Kita hendak merenungkan makna pembaptisan kita, identitas kita, siapakah kita, jati diri dan martabat kita sebagai Gereja. Tema ini sangat sesuai pula dengan Visi Gereja Katolik Keuskupan Manado yakni Gereja Keuskupan Manado Mengembangkan Jati Diri dan Martabatnya dalam Komunitas yang berbasis Sabda, Iman dan Persaudaraan, Kerasulan dan Masyarakat.
Selama masa Prapaskah, tema-tema ini bagi umat Katolik menjadi arah spiritual dan pastoral untuk bergerak bersama dalam satu nafas iman, visi dan misi. Dan dalam Masa Prapaskah ini Pengembangan Jati Diri dan Martabat Gereja kita sebagai Satu Persekutuan Umat yang dipanggil untuk menjadi Terang dan Garam serta sebagal Sakramen Keselamatan, kita ungkapkan dan wujudkan sebagai gerakan/aksi ke dalam maupun ke luar, melalui kegiatan devosi, doa, liturgi serta aksi-aksi nyata, untuk menghadirkan secara berkualitas Pengharapan menuju kemuliaan/kegembiraan Kebangkitan, kata Uskup Rolly.
Sebagai Satu Gereja dalam keberagaman, Gereja Keuskupan Manado yang Sinodal dan Misioner, dipanggil dan diutus untuk berjalan bersama-sama dengan: Hirarki, Hidup Bakti dan Awam, Pemerintah, Umat Beragama dan Aliran Kepercayaan, Orang Miskin, Lanjut Usia dan Difabel. Pokok ini pulalah yang dalam kunjungan pastoral saya ke seluruh keuskupan yang sangat luas ini, saya selalu ingatkan dan tegaskan, sebagaimana yang sesungguhnya pernah diungkapkan oleh Paus Fransiskus, bahwa kita sebagai Satu Gereja, Satu Visi dan Misi, berada dalam satu kapal yang sama yaitu kapal Keuskupan Manado, sebagai Persekutuan Umat yang saling terhubung dan terikat. Kita berada bersama, berlayar berjalan bersama, bergerak bersama, diutus bersama, bergembira dan berharap bersama, sebagai Garam dan Terang dunia di manapun kita berada.
Sebagai Gereja, kita bagaikan 'kawanan kecil' di tengah-tengah wilayah keuskupan kita yang sangat luas, di tengah jumlah besar penduduk dengan keberagaman kelompok masyarakat dan agamanya. Namun sekecil apapun dan seterpencil apapun, kita tetap terhubung dan tergabung dalam Persekutuan Gereja Keuskupan Manado dengan satu Visi dan Misi yang sama menghadirkan Pengharapan dengan menjadi Garam dan Terang. Small is beautiful. Kecil itu indah. Kita memang kecil dalam jumlah tapi kita indah, bagus, berbobot karena mempunyai kehadiran yang berkwalitas sesuai identitas, jati diri dan martabat kita.
Masa Prapaskah ini merupakan waktu yang baik untuk menyadari kembali apa sesungguhnya identitas serta jati diri kita sekaligus menyadari dan mengakui hal-hal yang barangkali menyebabkan kita belum atau tidak hidup, hadir dan berkembang sesuai dengan jati diri dan martabat kita itu.
Marilah kita hidupi dan kembangkan arti dan makna kehadiran kita sebagai Gereja yang Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik dalam semangat sinodal dan misioner itu melalui program-program kegiatan dan aksi yang sudah disiapkan oleh Tim APP Keuskupan Manado 2026 serta program-program strategis hasil Musyawarah Pastoral 2026.
Masa Prapaskah ini tentu tidak sekedar diisi dengan pelbagai macam kegiatan baik doa/liturgi, puasa dan pantang, maupun aksi sosial karitatif, sesuai program pribadi, keluarga, wilayah rohani, paroki atau kevikepan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk berubah, untuk bertransformasi dalam menghayati iman, hidup dan karya pelayanan kita. Marilah kita melibatkan diri dan melaksanakan proses transformasi itu melalui hal-hal berikut ini: Membangun dan menghidupi budaya kerjasama, mendengar, dialog serta partisipatif, dengan meninggalkan sikap individualisme dan eksklusivisme, aktif dalam kehidupan sosial masyarakat dan pemerintah dengan tetap menjaga integritas moral serta fungsi kritis dan independensi, membangun dan merawat harmoni sosial dengan umat beragama lain dengan menjadi Gereja yang terbuka, dialogis dan transformatif di tengah umat beragama dan masyarakat, membangun dan menghidupi semangat solider, keteguhan dan pengharapan dari saudara/i kita yang miskin dan difabel, menjaga dan merawat Alam Ciptaan sebagai Rumah kita bersama.
Di masa Prapaskah ini marilah kita juga melaksanakan tradisi kita: berpuasa dan berpantang. Puasa dilaksanakan pada Hari Rabu Abu dan Jumat Agung. Sedangkan Pantang dilaksanakan selain pada Hari Rabu Abu dan Jumat Agung, pada setiap hari Jumat selama masa Prapaskah. Puasa berlaku bagi mereka yang berusia dewasa, 18 tahun sampai 60 tahun, sedangkan Pantang berlaku bagi mereka yang telah berusia 14 tahun. Pantang berarti: tidak makan daging dan hal-hal lain (seperti merokok, garam, gula, hiburan dil, sesuai pilihan yang cocok bagi masing-masing. Puasa berarti: makan kenyang satu kali sehari, Kalau aturan puasa dan pantang itu terasa terlalu ringan atau minimal, maka masing-masing dapat menambah atau memilih cara-cara yang dihayati oleh masing-masing secara lebih maksimal. Apakah selama masa Prapaskah boleh dirayakan Sakramen Perkawinan dan Sakramen-Sakramen lain atau Perayaan Peringatan yang biasanya disertai dengan pesta? Boleh dilaksanakan tetapi pestanya/ramah-tamahnya perlu disesuaikan dengan mempertimbangkan segi kemeriahannya.
Uskup Rolly menutup Surat Puasanya dengan ajakan "Marilah dengan penuh pengharapan dan sukacita iman kita memasuki masa Prapaskah ini" .
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....