Pengangguran Sulut Turun, Kualitas Tenaga Kerja Jadi Tantangan

  • 08 Feb 2026 15:54 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara merilis data ketenagakerjaan triwulan IV 2025 pada 5 Februari 2026. Rilis tersebut menunjukkan tren tingkat pengangguran terbuka di Sulawesi Utara mengalami perbaikan.

Tingkat pengangguran terbuka tercatat sebesar 5,78 persen pada November 2025. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan periode sebelumnya dalam tren dua tahun terakhir.

Kepala BPS Sulut Agus Adi Sudibyo menyebut jumlah pengangguran secara absolut mencapai sekitar 82.000 orang. “Itu sebenarnya tenaga yang siap kerja, tetapi belum terserap oleh lapangan pekerjaan,” katanya saat pemaparan rilis Berita Resmi Statistik Triwulan IV 2025, Kamis, 5 Februari 2026.

Agus menjelaskan peningkatan angkatan kerja sejalan dengan bertambahnya penduduk usia kerja. Kondisi tersebut memengaruhi tingkat partisipasi angkatan kerja serta perhitungan tingkat pengangguran terbuka.

Ia juga menekankan bahwa pengangguran tidak selalu berkaitan langsung dengan kemiskinan. “Pengangguran tidak linier dengan kemiskinan dan harus dicermati satu per satu,” ujarnya.

BPS mencatat sektor pertanian dan kehutanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Sulawesi Utara. Sementara sektor pertambangan dan penggalian menunjukkan penurunan serapan tenaga kerja dibandingkan periode sebelumnya.

Dari sisi pendidikan, tren pekerja dengan pendidikan SD ke bawah cenderung meningkat, sementara pekerja lulusan perguruan tinggi justru menurun. Kondisi ini dinilai perlu kajian lebih lanjut terkait kualitas lapangan pekerjaan dan ekspektasi tenaga kerja.

BPS juga menyoroti pentingnya memperhatikan proporsi pekerja penuh waktu, setengah pengangguran, dan pekerja paruh waktu. Data ini diharapkan menjadi dasar perumusan kebijakan ketenagakerjaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Utara.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....