Harga Pangan Tekan Garis Kemiskinan Sulawesi Utara
- 07 Feb 2026 16:31 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara menilai stabilitas harga pangan menjadi faktor kunci dalam pengendalian kemiskinan. Kenaikan harga pangan berpengaruh langsung terhadap kenaikan garis kemiskinan.
Dalam struktur garis kemiskinan makanan, beras menjadi komoditas dengan porsi terbesar, mencapai sekitar 25 persen dari total pengeluaran pangan. Kenaikan harga beras dapat meningkatkan beban pengeluaran rumah tangga miskin.
/bcsjv95i1ew0bcu.png)
Kepala BPS Sulawesi Utara Agus Adi Sudibyo menjelaskan bahwa garis kemiskinan cenderung meningkat setiap tahun karena dipengaruhi inflasi. “Garis kemiskinan pasti naik karena terpengaruh harga,” katanya saat pemaparan rilis Berita Resmi Statistik, Kamis, 5 Februari 2026.
BPS menilai pengendalian inflasi pangan menjadi strategi penting agar masyarakat tidak jatuh ke bawah garis kemiskinan. Stabilitas harga beras dinilai krusial karena berpengaruh besar terhadap konsumsi masyarakat.
Selain pengendalian harga, peningkatan pendapatan masyarakat juga menjadi faktor penentu penurunan kemiskinan. Pemerintah daerah didorong menciptakan lapangan kerja dan memberikan subsidi bagi kelompok rentan.
Agus menyebut kenaikan harga pangan dapat mengurangi konsumsi masyarakat miskin. “Kalau harga naik, mereka mengurangi volume konsumsi, dan risiko jatuh miskin lebih besar,” ujarnya.
/1xjc5y7zj8hh6y5.png)
BPS juga mencatat indikator kedalaman dan keparahan kemiskinan di Sulawesi Utara menunjukkan tren membaik. Kondisi ini menunjukkan program pembangunan dan perlindungan sosial mulai memberikan dampak positif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....