BPS Sulut mencatat perlambatan Sektor Primer Triwulan IV

  • 05 Feb 2026 17:31 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Di tengah pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara yang meningkat, Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut menyoroti perlambatan pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Sektor ini masih menjadi penyumbang terbesar PDRB, namun kinerjanya mulai tertahan.

Kepala BPS Sulut Agus Sudibyo menjelaskan, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan berkontribusi 19,75 persen terhadap PDRB Sulut pada triwulan IV 2025. Namun, pertumbuhan sektor ini hanya mencapai 3,08 persen secara tahunan dan hampir stagnan secara kuartalan.

Menurut Agus, perlambatan terutama berasal dari subsektor perikanan. Perubahan pola angin dan musim tangkap sepanjang 2025 memengaruhi produksi, sehingga berdampak langsung pada kinerja sektor tersebut.

Tekanan pada sektor perikanan turut berimbas pada industri pengolahan. Meski industri pengolahan masih tumbuh 8,98 persen secara tahunan dan 7,61 persen secara kuartalan, lajunya dinilai belum optimal karena keterbatasan pasokan bahan baku dari sektor hulu.

Agus menambahkan, struktur industri pengolahan Sulut juga masih bergantung pada bahan baku dari luar daerah, terutama untuk komoditas minyak nabati yang mendominasi ekspor.

“Kondisi ini menjadi catatan penting agar pengembangan sektor primer, khususnya perikanan dan pertanian, bisa diperkuat,” ujarnya saat pemaparan Rilis Berita Resmi Statistik, Kamis, 5 Februari 2026.

BPS menilai penguatan sektor primer dan hilirisasi komoditas lokal perlu menjadi perhatian ke depan agar pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara lebih seimbang dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....