Inflasi Sulut Januari 2026 Naik 0,67 Persen

  • 03 Feb 2026 11:31 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Inflasi Provinsi Sulawesi Utara pada Januari 2026 tercatat mengalami kenaikan secara bulanan sebesar 0,67 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya dan terutama dipicu oleh kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, berdasarkan Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara, 2 Februari 2026.

Kenaikan harga tomat menjadi penyumbang inflasi terbesar pada Januari 2026. Terbatasnya pasokan akibat berakhirnya musim panen serta curah hujan tinggi yang menurunkan kualitas produksi di Minahasa dan Minahasa Selatan menyebabkan pasokan tomat ke pasar berkurang.

Selain tomat, harga ikan cakalang atau ikan sisik juga mengalami kenaikan signifikan. Kondisi cuaca yang kurang mendukung menghambat aktivitas melaut nelayan di Sulawesi Utara sehingga hasil tangkapan menurun dan pasokan ikan ke pasar menjadi terbatas.

Komoditas lain yang turut mendorong inflasi adalah emas perhiasan. Kenaikan ini mengikuti pergerakan harga emas global yang mencapai sekitar 5.000 dolar AS per 31 gram pada Januari 2026.

Sementara itu, sejumlah komoditas justru menahan laju inflasi. Cabai rawit tercatat mengalami penurunan harga karena melimpahnya pasokan dari daerah sentra produksi seperti Minahasa, Minahasa Utara, serta tambahan pasokan dari Gorontalo.

Secara tahunan, inflasi Sulawesi Utara pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,04 persen, meningkat dibandingkan Desember 2025. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga menjadi penyumbang andil inflasi terbesar pada periode tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....