Kue Tamo, Simbol Syukur Pesta Adat Tulude
- 31 Jan 2026 17:50 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Pesta adat Tulude yang digelar masyarakat Nusa Utara tidak terlepas dari keberadaan kue adat tamo sebagai simbol utama dalam prosesi inti. Kue tamo dimaknai sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun yang telah dilalui sekaligus pengharapan akan berkat di tahun yang baru.
Kue adat tamo berisi berbagai hasil pertanian masyarakat, mulai dari buah-buahan hingga hasil bumi lainnya. Susunan tersebut melambangkan rasa syukur atas hasil kerja dan berkat yang diterima masyarakat selama setahun terakhir.
Tokoh adat Nusa Utara, Nasarus Pontoh, mengatakan kue tamo menjadi simbol perjalanan hidup masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan. “Kue tamo adalah ungkapan syukur atas kasih Tuhan yang menghantar kita melewati tahun yang lama dengan segala badai dan gelombang,” katanya kepada RRI saat pelaksanaan pesta adat Tulude di Desa Wisata Darunu, Minahasa Utara, Sabtu 31 Januari 2026.

Ia menjelaskan, pemotongan kue tamo dalam pesta adat Tulude merupakan doa bersama masyarakat untuk menyongsong tahun yang baru. “Kita memohon pernyataan Tuhan di tahun yang baru agar kehidupan masyarakat dipenuhi damai dan syukur,” ujar Nasarus.
Selain sebagai simbol religius, kue tamo juga dimaknai sebagai pemersatu masyarakat Nusa Utara. Nasarus mengatakan kue adat tersebut dibuat dari beras ketan pilihan, diolah oleh tangan-tangan terampil, dan disusun tegak berbentuk kerucut sebagai lambang persatuan dan kekuatan bersama.
“Kue adat tamo ini adalah makanan khas masyarakat Nusa Utara yang menjadi simbol pemersatu yang kuat,” ujarnya. Kue tersebut dihiasi dengan hasil pertanian lokal yang menunjukkan kedekatan masyarakat dengan alam dan sumber penghidupan mereka.
/jcnfkvvlwr3c39z.jpeg)
Dalam prosesi inti pesta adat Tulude, kue tamo dipotong oleh tua adat sebagai tanda pembagian berkat dan doa bagi seluruh masyarakat. Prosesi ini menandai puncak perayaan Tulude yang sarat dengan nilai spiritual, kebersamaan, dan penghormatan terhadap tradisi leluhur.
Melalui simbol kue adat tamo, masyarakat Nusa Utara menegaskan pentingnya rasa syukur, persatuan, serta harapan akan kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru. Nilai-nilai tersebut terus dijaga dan diwariskan melalui pelaksanaan pesta adat Tulude setiap tahunnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....