Haji 2026, Sulut Perkuat Layanan Lansia dan Disabilitas

  • 22 Jan 2026 08:55 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 di Sulawesi Utara tidak hanya menitikberatkan pada aspek teknis keberangkatan, tetapi juga pada penguatan nilai moderasi beragama melalui peningkatan kualitas pelayanan jamaah, khususnya lansia dan penyandang disabilitas.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Utara, Wahyudin Ukoli, menegaskan bahwa hadirnya Kementerian Haji dan Umrah sebagai lembaga baru membawa semangat pelayanan yang lebih fokus dan humanis. Hal tersebut disampaikannya dalam dialog Moderasi Beragama bersama RRI Manado, Selasa 20 Januari 2026.

“Moderasi beragama dalam konteks haji bukan hanya soal toleransi antarumat beragama, tetapi juga bagaimana negara hadir melayani jamaah dengan berbagai kondisi, termasuk lansia dan disabilitas,” ujar Wahyudin.

Ia menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan sistem pelayanan khusus bagi jamaah lansia yang berusia di atas 65 tahun serta jamaah dengan kebutuhan khusus. Petugas haji dibekali pemahaman fiqih yang adaptif, sehingga pelaksanaan ibadah tetap sah meski dilakukan dengan keringanan tertentu sesuai kondisi jamaah.

Selain itu, kesiapan petugas haji menjadi perhatian utama. Tahun ini, pelatihan petugas mengalami peningkatan signifikan, baik dari sisi durasi maupun materi. Petugas kloter dan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengikuti bimbingan teknis hingga 30 hari, mencakup pelatihan fisik, kedisiplinan, serta pemahaman layanan jamaah.

“Petugas adalah tumpuan jamaah di Tanah Suci. Banyak jamaah yang membutuhkan pendampingan intensif, sehingga petugas harus siap secara fisik, mental, dan spiritual,” katanya.

Untuk jamaah Sulawesi Utara, keberangkatan haji 2026 direncanakan melalui dua kelompok terbang dari Embarkasi Balikpapan pada awal Mei. Pemerintah daerah juga dilibatkan secara aktif, termasuk dalam dukungan pembiayaan lokal guna memastikan seluruh jamaah mendapatkan layanan optimal sejak dari daerah hingga kembali ke tanah air.

Wahyudin berharap seluruh rangkaian persiapan ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi jamaah, sekaligus memperkuat nilai kemanusiaan dan keadilan dalam penyelenggaraan ibadah haji. “Haji bukan hanya perjalanan ibadah, tetapi juga cermin moderasi beragama yang nyata,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....