Ulyas Taha Buka Kegiatan Bimtek MGMP PAI SMA-SMK

  • 23 Des 2025 08:14 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, H. Ulyas Taha, secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) SMA–SMK Provinsi Sulawesi Utara, yang dilaksanakan di Quality Hotel Manado, Senin (22/12).

Kegiatan bimtek ini mengangkat tema “Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Guru PAI SMA–SMK Provinsi Sulawesi Utara” dan diikuti oleh para guru PAI SMA dan SMK dari berbagai kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara. Bimtek ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Kementerian Agama dalam meningkatkan mutu dan profesionalitas guru, khususnya dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21.

Dalam sambutannya, Kakanwil menegaskan bahwa pembelajaran mendalam (deep learning) bukan sekadar metode, tetapi sebuah pendekatan pedagogik yang menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses belajar. Ia menekankan bahwa implementasi deep learning harus berpijak pada tiga prinsip utama, yakni meaningful learning, mindful learning, dan joyful learning.

"Pembelajaran harus bermakna, menyentuh kesadaran peserta didik, serta dilaksanakan dalam suasana yang menyenangkan. Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh tidak bersifat dangkal, tetapi benar-benar dipahami, dihayati, dan diinternalisasi,” ujar Kakanwil.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa guru PAI memiliki peran strategis tidak hanya dalam mentransfer pengetahuan keagamaan, tetapi juga dalam membentuk karakter, sikap moderat, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Oleh karena itu, penguasaan pendekatan pembelajaran mendalam menjadi kebutuhan mendesak agar pembelajaran PAI relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan generasi muda.

Kegiatan bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru PAI dalam merancang dan menerapkan pembelajaran yang berorientasi pada penguatan karakter, pemahaman konseptual yang utuh, serta pengembangan keterampilan berpikir kritis dan reflektif peserta didik di lingkungan SMA dan SMK.

Melalui bimtek ini, Kakanwil berharap akan lahir guru-guru PAI yang profesional, adaptif, dan inovatif, sekaligus mampu menjadi agen moderasi beragama di lingkungan sekolah. Dengan demikian, pendidikan agama tidak hanya mencetak peserta didik yang cerdas secara intelektual, tetapi juga beriman, berakhlak, toleran, dan berkepribadian Indonesia.

"Guru PAI harus menjadi teladan dan penggerak terciptanya iklim pendidikan yang damai, inklusif, dan berkarakter di Sulawesi Utara,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....