Menteri Sosial: Sekolah Rakyat Hadir untuk Putus Mata Rantai Kemiskinan
- 11 Jun 2026 11:50 WIB
- Manado
MANADO – Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, menegaskan Program Sekolah Rakyat merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 21 Manado, Kamis 11 Juni 2026, Saifullah Yusuf mengatakan dirinya ditugaskan langsung oleh Presiden untuk menjadi penanggung jawab operasional Sekolah Rakyat yang diperuntukkan bagi keluarga-keluarga yang paling tidak mampu. Menurutnya, program tersebut hadir untuk menjangkau keluarga yang selama ini belum sepenuhnya menikmati hasil pembangunan.
“Ini adalah persembahan Bapak Presiden untuk keluarga yang paling tidak mampu. Keluarga-keluarga yang belum beruntung dan belum terbawa dalam proses pembangunan,” kata Saifullah Yusuf di hadapan para siswa, guru, dan orang tua.
Ia menjelaskan, Presiden berharap anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu dapat memiliki masa depan yang lebih baik dibandingkan orang tua mereka. Karena itu, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi sarana untuk mencetak generasi yang sukses dan mampu mengubah kehidupan keluarganya.
“Kalau orang tuanya belum sukses, maka anaknya harus menjadi anak-anak yang sukses. Kalau orang tuanya belum berhasil, maka anak-anaknya harus menjadi anak-anak yang berhasil. Bahkan siapa tahu nanti salah satu siswa Sekolah Rakyat akan menjadi Presiden Republik Indonesia,” ujarnya.
Mensos juga menekankan pentingnya kejujuran dan keterbukaan dalam menjalankan program tersebut. Menurutnya, pemerintah harus berani mengakui bahwa masih banyak anak usia sekolah yang belum sekolah, putus sekolah, maupun berpotensi putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.
“Kita harus jujur bahwa di tengah-tengah kita masih ada anak-anak usia sekolah yang belum sekolah, putus sekolah, dan berpotensi putus sekolah. Kita juga harus jujur bahwa masih ada keluarga-keluarga yang belum sejahtera,” katanya.
Saifullah Yusuf menjelaskan, Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi keluarga yang masuk kelompok desil satu dan desil dua dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Program tersebut mulai berjalan sejak Juli 2025 di 166 titik di Indonesia, termasuk di Kota Manado. Ia mengaku bangga melihat perkembangan siswa SRMP 21 Manado yang telah mengikuti proses pembelajaran selama 10 bulan.
“Sekarang mereka lebih bugar, lebih segar, lebih percaya diri, lebih optimistis, dan memiliki harapan untuk meraih cita-citanya. Ini yang ingin kita bangun melalui Sekolah Rakyat,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, pihak sekolah melaporkan enam siswa SRMP 21 Manado sedang mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) pada bidang Matematika, IPA, dan IPS. Selain itu, Mensos mengungkapkan pemerintah saat ini tengah membangun gedung permanen Sekolah Rakyat di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Minahasa yang progres pembangunannya telah mencapai sekitar 80 persen. “Sekolah permanen ini akan dilengkapi asrama, laboratorium, perpustakaan, fasilitas olahraga, dan sarana ekstrakurikuler. Ini adalah bentuk perhatian negara agar anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” tuturnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....