Durian, Buah Tropis dengan Aroma yang Khas
- 21 Sep 2026 19:03 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Durian merupakan salah satu buah tropis yang sangat dikenal di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Sebagaimana dikutip dari laman pmc.ncbi.nlm.nih.gov Nama ilmiahnya adalah Durio zibethinus. Buah ini memiliki kulit berduri, daging yang lembut dan rasa yang khas. Hal yang paling mudah dikenali dari durian adalah aromanya yang kuat, yang berasal antara lain dari berbagai senyawa volatil, termasuk senyawa yang mengandung sulfur.
Dikutip juga dari laman www.tandfonline.com Bagi penggemarnya, aroma tajam durian justru menjadi daya tarik tersendiri. Sementara bagi sebagian orang lainnya, aroma tersebut bisa terasa sangat menyengat. Penelitian menunjukkan bahwa karakter aroma durian merupakan hasil kombinasi berbagai senyawa volatil, termasuk ester dan senyawa sulfur. Komposisi tersebut dapat berbeda berdasarkan varietas, tingkat kematangan, serta kondisi penyimpanan buah.
Di balik aromanya yang khas, durian juga mengandung sejumlah zat gizi. Daging buahnya menyediakan karbohidrat, lemak, protein, serat, serta berbagai vitamin dan mineral. Salah satu mineral yang cukup menonjol dalam durian adalah kalium. Kandungan gizi tersebut membuat durian termasuk buah yang relatif padat energi dibandingkan sejumlah buah tropis lainnya.
Dalam 100 gram daging durian, kandungan energi dapat berada pada kisaran sekitar 84 hingga 185 kilokalori, tergantung varietasnya. Data yang dirangkum dalam penelitian juga menunjukkan adanya variasi kandungan karbohidrat, protein dan lemak antarvarietas. Artinya, kandungan nutrisi durian tidak selalu sama antara satu jenis dengan jenis lainnya.
Durian juga mengandung senyawa bioaktif seperti polifenol, flavonoid, karotenoid dan asam askorbat. Senyawa-senyawa tersebut menjadi perhatian para peneliti karena memiliki aktivitas antioksidan dalam penelitian laboratorium. Namun, hasil penelitian mengenai potensi manfaat kesehatan durian tidak boleh langsung dianggap sebagai bukti bahwa makan durian dapat mengobati penyakit tertentu. Penelitian pada manusia masih diperlukan untuk memastikan berbagai klaim kesehatan tersebut.
Karena mengandung gula dan lemak serta cukup tinggi energi, menikmati durian sebaiknya tetap memperhatikan jumlah porsinya. Penelitian menunjukkan bahwa durian termasuk buah yang relatif padat energi. Jadi, meskipun mengandung serat, vitamin dan mineral, mengonsumsinya dalam jumlah berlebihan tetap dapat meningkatkan asupan kalori harian.
Menariknya, durian tidak hanya memiliki nilai sebagai makanan. Penelitian juga terus mengeksplorasi pemanfaatan bagian lain dari buah ini, termasuk kulit dan bijinya, sebagai sumber senyawa bioaktif dan bahan untuk berbagai produk bernilai tambah. Namun, pemanfaatan bagian non-daging tersebut tetap membutuhkan pengolahan yang tepat dan penelitian keamanan lebih lanjut sebelum digunakan sebagai produk pangan atau kesehatan.
Selain memiliki nilai gizi, durian juga mempunyai nilai ekonomi penting bagi kawasan Asia Tenggara. Budidaya dan perdagangan durian berkembang di sejumlah negara seperti Indonesia, Malaysia dan Thailand. Berbagai penelitian bahkan terus dilakukan untuk memahami karakter varietas, kualitas buah, aroma, kandungan bioaktif, serta cara meningkatkan nilai ekonomi durian.
Jadi, durian bukan hanya buah yang terkenal karena aromanya yang kuat. Buah ini memiliki kandungan karbohidrat, lemak, serat, protein, vitamin, mineral dan berbagai senyawa bioaktif. Namun, seperti makanan lainnya, durian tetap paling baik dinikmati secara secukupnya dan sebagai bagian dari pola makan yang beragam dan seimbang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....