Pare, Sayuran Herbal Kaya Vitamin tapi Perlu Konsumsi Bijak

  • 21 Jun 2026 18:28 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Pare atau paria dikenal sebagai sayuran dengan rasa pahit yang khas. Meski demikian, tanaman ini menyimpan banyak nutrisi penting yang bermanfaat bagi kesehatan, mulai dari membantu menurunkan kadar gula darah hingga menjaga kesehatan jantung. Namun, konsumsi pare tetap perlu dilakukan secara bijak, terutama bagi ibu hamil.

Pare merupakan tanaman merambat dengan buah berbentuk memanjang dan permukaan berbintil. Di Indonesia, pare kerap diolah menjadi sayur maupun lalapan dan dikenal sebagai salah satu tanaman herbal yang telah lama dimanfaatkan secara tradisional.

Mengutip dari laman Kementerian Kesehatan RI kemkes.go.id pare mengandung berbagai nutrisi penting seperti vitamin A, C, E, serta vitamin B kompleks. Selain itu, pare juga kaya mineral seperti zat besi, kalsium, kalium, magnesium, zinc, dan fosfor. Kandungan lainnya meliputi serat, karbohidrat, serta antioksidan seperti flavonoid, fenol, lutein, dan zeaxanthin.

Kandungan tersebut membuat pare dipercaya memiliki sejumlah manfaat kesehatan. Salah satu yang paling dikenal adalah membantu menurunkan kadar gula darah karena memiliki senyawa yang diduga bekerja menyerupai insulin. Selain itu, kandungan seratnya yang tinggi dapat membantu melancarkan pencernaan dan mencegah konstipasi.

Pare juga diketahui dapat membantu menurunkan berat badan karena rendah kalori dan memberikan efek kenyang lebih lama. Kandungan serat, kalium, dan antioksidan di dalamnya juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung melalui pengurangan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

Tidak hanya itu, vitamin A, C, dan E pada pare turut berperan dalam menjaga kesehatan mata serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Meski demikian, konsumsi berlebihan justru dapat menimbulkan efek samping seperti gangguan pencernaan.

Sejumlah catatan kesehatan juga menyebutkan bahwa pada bagian tertentu, seperti biji pare, terdapat senyawa yang memiliki aktivitas biologis tertentu. Penggunaan atau konsumsi berlebihan, terutama dalam jangka panjang, diduga dapat menimbulkan efek samping pada sistem reproduksi dan kesehatan organ tubuh, meskipun hal ini masih memerlukan kajian lebih lanjut.

Pada ibu hamil, konsumsi pare juga perlu dibatasi. Beberapa dugaan menyebutkan bahwa senyawa dalam pare dapat memicu kontraksi rahim sehingga berpotensi meningkatkan risiko kehamilan. Oleh karena itu, ibu hamil dan menyusui disarankan untuk mengonsumsi pare dalam jumlah sangat terbatas dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan terlebih dahulu.

Meski kaya manfaat, pare tetap perlu dikonsumsi secara seimbang. Pemahaman terhadap kandungan dan potensi efek sampingnya menjadi penting agar manfaat kesehatan yang diperoleh dapat maksimal tanpa menimbulkan risiko bagi tubuh.

(Sumber:kemkes.go.id)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....