Buta Warna Tak Selalu Bawaan, Bisa Dipicu Gangguan Mata

  • 18 Sep 2026 10:18 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Gangguan dalam membedakan warna tidak selalu disebabkan faktor keturunan. Kondisi tersebut juga dapat muncul akibat penyakit atau gangguan pada retina dan saraf mata.

Dokter Spesialis Mata, dr. Rusti Hanindya Sari, Sp.M(K), menjelaskan gangguan warna yang muncul akibat penyakit berbeda dengan gangguan warna bawaan yang bersifat genetik.

“Kalau didapat itu memang karena penyakit. Jadi gangguan pada sel retina ataupun gangguan pada saraf matanya terutama,” kata Rusti.

Menurutnya, gangguan pada saraf mata dapat terjadi akibat peradangan maupun gangguan pembuluh darah. Gangguan warna juga dapat muncul akibat paparan obat atau alkohol yang memengaruhi saraf maupun bagian mata.

Berbeda dengan gangguan warna bawaan yang umumnya terjadi pada kedua mata, gangguan warna yang didapat dapat terjadi pada satu maupun kedua mata.

“Kalau genetik kan umumnya dua-duanya, pada kedua mata. Kalau yang didapat, bisa pada dua mata, bisa pada satu mata. Nah ini yang harus kita nilai, gangguan apa yang dia punya,” ujarnya.

Karena itu, orang yang mengalami gangguan warna perlu menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya. Pemeriksaan tidak hanya bertujuan memastikan adanya gangguan warna, tetapi juga melihat apakah terdapat masalah lain pada fungsi penglihatan.

Rusti mengatakan, hingga saat ini belum tersedia obat untuk mengatasi buta warna genetik. Sementara penggunaan kacamata khusus juga belum dapat mengembalikan kemampuan melihat warna seperti kondisi normal.

Ia menekankan, kondisi buta warna perlu dipahami berdasarkan kebutuhan aktivitas sehari-hari. Sebab, tingkat kesulitan yang dialami dapat berbeda, terutama pada pekerjaan yang membutuhkan kemampuan membedakan gradasi warna secara spesifik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....