Jangan Sepelekan Luka Kenali Bahaya Tetanus
- 26 Agt 2026 19:35 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Tetanus merupakan penyakit infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani. Bakteri tersebut menghasilkan racun bernama tetanospasmin yang dapat menyerang sistem saraf dan menyebabkan kekakuan hingga kejang otot yang menyakitkan. Meski tidak menular dari orang ke orang, tetanus tetap perlu diwaspadai karena dapat mengancam jiwa.
Tetanus terjadi ketika spora bakteri Clostridium tetani masuk ke dalam tubuh melalui luka yang terkontaminasi tanah, debu, maupun kotoran. Risiko infeksi meningkat pada luka tusuk, luka bakar, luka akibat kecelakaan, gigitan hewan, serta luka yang memiliki jaringan mati.
Kondisi luka dengan kadar oksigen rendah dapat menjadi tempat yang mendukung bakteri berkembang dan menghasilkan toksin. Karena itu, penanganan luka secara cepat dan tepat menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah terjadinya tetanus.
Gejala tetanus umumnya diawali dengan kekakuan otot. Salah satu gejala yang paling khas adalah kaku rahang atau lockjaw, yang dapat disertai kesulitan menelan, kekakuan pada leher dan punggung, serta kejang otot yang terasa nyeri. Pada kondisi yang lebih berat, penderita dapat mengalami opisthotonus, yaitu tubuh melengkung ke belakang akibat kejang otot yang hebat. Tetanus juga dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan gangguan sistem saraf otonom yang berpotensi mengancam nyawa.
Pencegahan tetanus terutama dilakukan melalui imunisasi. Vaksin tetanus diberikan sejak masa kanak-kanak dan dapat dilanjutkan dengan dosis penguat atau booster sesuai jadwal imunisasi yang berlaku. Selain vaksinasi, masyarakat perlu memperhatikan perawatan luka. Luka terbuka sebaiknya segera dibersihkan dengan air mengalir. Apabila terdapat benda asing atau jaringan yang mati, penanganan lebih lanjut oleh tenaga kesehatan mungkin diperlukan.
Untuk luka tertentu yang memiliki risiko tinggi, tenaga medis dapat memberikan profilaksis tetanus berupa vaksin tetanus dan, pada kondisi tertentu, Tetanus Immunoglobulin atau TIG. Pemberiannya disesuaikan dengan jenis luka serta riwayat imunisasi pasien. Kebersihan dan penggunaan alat yang steril juga penting, terutama dalam tindakan medis, persalinan, maupun prosedur bedah, untuk mencegah masuknya spora bakteri ke dalam tubuh.
Jika tidak segera ditangani, tetanus dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti gagal napas, pneumonia aspirasi, gangguan irama jantung, hingga kematian. Tetanus memang merupakan penyakit yang berbahaya, namun sebagian besar kasusnya dapat dicegah. Melengkapi imunisasi, menjaga kebersihan dan merawat luka dengan benar, serta segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan setelah mengalami luka berisiko menjadi langkah penting untuk melindungi diri dari tetanus.
Masyarakat diimbau tidak mengabaikan luka, terutama luka yang kotor atau dalam. Pencegahan sejak dini melalui imunisasi dan penanganan luka yang tepat menjadi kunci untuk menekan risiko kesakitan dan kematian akibat tetanus.
(Sumber:kemkes.go.id)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....