Bayi Sehat, Apakah Harus Gemuk?

  • 21 Agt 2026 08:55 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Bayi dengan pipi tembam dan tubuh berisi memang sering dianggap sebagai tanda bayi sehat. Namun, bayi yang sehat tidak harus gemuk. Yang jauh lebih penting adalah apakah pertumbuhan bayi berlangsung sesuai pola pertumbuhan yang sehat, bukan sekadar melihat apakah tubuhnya terlihat berisi. Sebagaimana dikutip dari laman www.who.int Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggunakan beberapa indikator untuk menilai pertumbuhan anak, antara lain berat badan menurut usia, panjang badan menurut usia, berat badan menurut panjang badan, serta indeks massa tubuh menurut usia.

Setiap bayi memiliki pola pertumbuhan yang berbeda

Tidak semua bayi memiliki bentuk tubuh yang sama. Ada bayi yang sejak lahir memiliki tubuh lebih kecil, sementara bayi lainnya memang cenderung lebih berisi. Kondisi tersebut belum tentu menunjukkan adanya masalah kesehatan. Dilansir dari laman www.healthychildren.org American Academy of Pediatrics menjelaskan bahwa orang tua tidak perlu panik apabila bayi tidak berada tepat di tengah kurva pertumbuhan, selama pertumbuhannya tetap mengikuti pola atau kurvanya secara konsisten.

Jangan hanya melihat angka berat badan

Berat badan memang penting, tetapi satu angka di timbangan tidak cukup untuk menentukan apakah bayi sehat atau tidak. Tenaga kesehatan biasanya melihat perkembangan berat badan bersama panjang atau tinggi badan dan usia anak. WHO menyediakan kurva pertumbuhan khusus untuk anak laki-laki dan perempuan sejak lahir hingga usia lima tahun, sehingga perkembangan bayi dapat dibandingkan dengan standar pertumbuhan berdasarkan usia dan jenis kelaminnya.

Bayi terlalu kurus juga perlu diperhatikan

Sebaliknya, anggapan bahwa bayi yang tidak gemuk berarti pasti tidak sehat juga tidak tepat. Yang perlu diperhatikan adalah pola pertumbuhannya. Jika berat badan sulit bertambah, pertumbuhan panjang badan tidak sesuai, atau grafik pertumbuhan mengalami perubahan yang mengkhawatirkan, bayi perlu mendapatkan penilaian dari tenaga kesehatan. WHO menjelaskan bahwa pemantauan pertumbuhan merupakan bagian penting dari pemantauan kesehatan anak dan dapat membantu mendeteksi anak yang mengalami pertumbuhan tidak optimal maupun risiko kelebihan berat badan.

Terlalu gemuk juga bukan berarti semakin sehat

Bayi memang membutuhkan energi dan nutrisi yang cukup untuk tumbuh dan berkembang. Namun, lebih gemuk tidak otomatis berarti lebih sehat. WHO memasukkan berat badan menurut panjang badan dan BMI menurut usia sebagai indikator untuk menilai status pertumbuhan, termasuk mendeteksi risiko kelebihan berat badan. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak sengaja memberikan makanan atau susu secara berlebihan hanya agar bayi terlihat lebih gemuk.

Bagaimana mengetahui bayi tumbuh dengan baik?

Cara terbaik adalah melakukan pemantauan pertumbuhan secara rutin. Berat badan, panjang badan, dan ukuran lainnya dapat dicatat pada kurva pertumbuhan sesuai usia. Dokter, bidan, atau tenaga kesehatan kemudian dapat melihat apakah pertumbuhan bayi berjalan sesuai pola yang diharapkan. WHO menegaskan bahwa standar pertumbuhan anak dibuat untuk membantu tenaga kesehatan mengukur dan menilai pertumbuhan serta menemukan kemungkinan masalah pertumbuhan sejak dini.

Jadi, bayi sehat harus gemuk?

Tidak. Bayi sehat tidak harus gemuk, tetapi harus mendapatkan nutrisi yang cukup dan menunjukkan pertumbuhan serta perkembangan yang sesuai. Yang lebih penting daripada pipi yang tembam adalah bagaimana berat dan panjang badannya berkembang dari waktu ke waktu. Setiap bayi memiliki pola pertumbuhan masing-masing, sehingga membandingkan bentuk tubuh satu bayi dengan bayi lainnya bukan cara yang tepat untuk menilai kesehatan.

Pada akhirnya, bayi sehat bukan berarti bayi yang paling gemuk, melainkan bayi yang tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai pola pertumbuhannya. Jadi, jangan hanya melihat pipi yang chubby atau angka timbangan. Pantau pertumbuhan secara berkala dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan jika ada perubahan yang mengkhawatirkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....