Kesalahan Mandi yang Sering Diabaikan, Benarkah Bisa Memicu Stroke?
- 13 Agt 2026 11:03 WIB
- Manado
RRI.CO.ID,Manado - Mandi merupakan aktivitas sehari-hari yang umumnya aman. Namun, kebiasaan mandi dengan perubahan suhu air yang ekstrem kerap dikaitkan dengan risiko gangguan kesehatan, termasuk stroke. Meski demikian, masyarakat perlu berhati-hati terhadap informasi yang menyebut bahwa mandi dengan cara tertentu secara langsung dapat menyebabkan stroke.
Dari laman American Stroke Association,Stroke terjadi ketika aliran darah ke bagian otak terganggu atau ketika pembuluh darah di otak pecah. Faktor risikonya lebih banyak berkaitan dengan kondisi pembuluh darah dan kesehatan seseorang dibandingkan aktivitas mandi itu sendiri.
Salah satu kebiasaan yang sebaiknya dihindari adalah langsung mengguyur tubuh dengan air yang sangat dingin atau sangat panas, terutama setelah tubuh mengalami perubahan suhu atau aktivitas berat. Perubahan suhu mendadak dapat membuat tubuh bereaksi terhadap perubahan pembuluh darah dan tekanan darah. Namun, hal ini tidak berarti mandi air dingin atau panas otomatis menyebabkan stroke.
Kesalahan lain adalah mandi terlalu panas dalam waktu lama. Suhu air yang terlalu tinggi dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan dan membuat seseorang merasa pusing atau lemas. Pada orang tertentu, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko jatuh atau pingsan di kamar mandi.
Agar lebih aman, air mandi sebaiknya digunakan pada suhu yang nyaman dan tidak ekstrem. Tubuh juga dapat dibiasakan secara bertahap terhadap perubahan suhu, terutama bagi orang lanjut usia atau mereka yang memiliki masalah tekanan darah.
Yang jauh lebih penting adalah mengenali tanda-tanda stroke. Gejalanya dapat muncul secara tiba-tiba, seperti wajah menurun pada satu sisi, kelemahan atau mati rasa pada lengan atau kaki terutama pada satu sisi tubuh serta kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan. Gangguan penglihatan, kehilangan keseimbangan, pusing mendadak, dan sakit kepala hebat tanpa penyebab yang jelas juga dapat menjadi tanda stroke.
Jika gejala tersebut muncul, jangan menunggu sampai membaik sendiri. Stroke merupakan kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan medis segera. Semakin cepat pasien mendapatkan penanganan, semakin besar peluang untuk mengurangi risiko kerusakan otak dan kecacatan.
Kesimpulannya, bukan mandi itu sendiri yang menjadi penyebab utama stroke. Masyarakat sebaiknya menghindari perubahan suhu ekstrem saat mandi, tetapi juga tidak perlu takut mandi air dingin atau air hangat secara wajar. Menjaga tekanan darah, kadar gula dan kolesterol, berhenti merokok, serta menjalani pola hidup sehat tetap menjadi langkah penting dalam menurunkan risiko stroke.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....