Kucing Bisa Membawa Parasit, Benarkah Berbahaya bagi Manusia?

  • 31 Jul 2026 22:45 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan yang banyak disukai manusia. Namun, di balik tingkahnya yang lucu, kucing memang dapat membawa beberapa jenis parasit yang dalam kondisi tertentu bisa menular kepada manusia. Meski demikian, bukan berarti semua kucing berbahaya atau orang yang menyentuh kucing pasti akan tertular penyakit. Risiko penularan sangat dipengaruhi oleh kebersihan, kondisi kesehatan kucing, serta cara manusia berinteraksi dengan hewan tersebut.

Dilansir dari laman www.vet.cornell.edu Salah satu parasit yang paling dikenal berkaitan dengan kucing adalah Toxoplasma gondii, yaitu parasit penyebab toksoplasmosis. Kucing dan hewan dari keluarga kucing merupakan bagian penting dalam siklus hidup parasit ini. Kucing yang terinfeksi dapat mengeluarkan bentuk parasit melalui kotorannya. Namun, parasit tersebut membutuhkan waktu di lingkungan sebelum menjadi infeksius bagi manusia.

Yang perlu diluruskan, menyentuh atau membelai kucing tidak otomatis menyebabkan toksoplasmosis. Menurut Cornell Feline Health Center, kemungkinan seseorang tertular Toxoplasma hanya karena memegang kucing relatif kecil karena parasit biasanya tidak berada pada bulu kucing. Risiko lebih berkaitan dengan tertelannya parasit dari kotoran kucing yang sudah terkontaminasi, tanah, makanan, atau sumber lainnya.

Selain Toxoplasma, kucing juga dapat terinfeksi berbagai parasit saluran pencernaan, termasuk cacing gelang dan cacing tambang. Beberapa parasit tersebut juga dapat menimbulkan penyakit pada manusia. Misalnya, telur cacing tertentu dapat tertelan dari tanah atau lingkungan yang telah terkontaminasi kotoran hewan.

Kucing juga dapat mengalami infestasi kutu. Kutu dapat menyebabkan rasa gatal dan iritasi pada kucing maupun manusia yang tergigit. Selain itu, kutu dapat berperan sebagai perantara dalam siklus beberapa parasit dan penyakit. Karena itu, pengendalian kutu menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan kucing dan lingkungan rumah.

Lalu, apakah masyarakat harus takut memelihara kucing? Tidak perlu. Kucing dapat dipelihara dengan aman selama pemilik memperhatikan kebersihan dan kesehatan hewan. Pemeriksaan rutin ke dokter hewan, pemberian obat antiparasit sesuai kebutuhan, pengendalian kutu, serta menjaga kebersihan tempat makan dan tempat tinggal kucing merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko penyakit.

Dikutip dari laman www.cdc.gov/toxoplasmosis Kebersihan kotak pasir atau tempat kotoran kucing juga sangat penting. CDC menyarankan agar kotoran kucing dibersihkan setiap hari karena parasit Toxoplasma membutuhkan waktu lebih dari satu hari untuk menjadi infeksius. Setelah membersihkan kotoran kucing, tangan harus dicuci dengan sabun dan air mengalir. Penggunaan sarung tangan juga dapat membantu mengurangi kontak langsung dengan kotoran.

Perhatian lebih perlu diberikan kepada ibu hamil dan orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. Infeksi Toxoplasma yang baru terjadi selama kehamilan dapat menimbulkan risiko bagi janin. Karena itu, CDC menganjurkan langkah pencegahan seperti menghindari kontak langsung dengan kotoran kucing dan meminta orang lain membersihkan kotak pasir bila memungkinkan.

Toxoplasma juga tidak hanya berasal dari kucing. Manusia dapat terinfeksi melalui berbagai jalur, termasuk mengonsumsi daging yang mentah atau kurang matang dan makanan atau tanah yang terkontaminasi. Oleh karena itu, memasak daging hingga matang, mencuci buah dan sayuran, mencuci tangan, serta menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian penting dalam pencegahan toksoplasmosis.

Kesimpulannya, kucing memang dapat membawa parasit, tetapi kucing tidak otomatis berbahaya bagi manusia. Risiko penularan dapat dikurangi secara signifikan dengan menjaga kebersihan, melakukan pemeriksaan kesehatan hewan secara rutin, memberikan obat antiparasit berdasarkan anjuran dokter hewan, membersihkan kotoran dengan benar, dan mencuci tangan setelah melakukan kontak dengan kotoran kucing. Memelihara kucing dengan bertanggung jawab jauh lebih penting daripada merasa takut terhadap kucing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....