Kemenkes Ajak Masyarakat Hapus Stigma Hepatitis

  • 26 Jul 2026 00:15 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Kementerian Kesehatan mengajak masyarakat menghilangkan stigma terhadap penyandang hepatitis. Pasalnya, masih banyak penderita yang enggan memeriksakan diri karena khawatir dikucilkan, padahal deteksi dini sangat penting untuk mencegah kerusakan hati yang lebih berat.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Pusat Infeksi Sulianti Saroso, Melati Hidayanti, mengatakan hepatitis B dan C tidak menular melalui interaksi sosial sehari-hari.

"Hepatitis B dan C tidak menular lewat berjabat tangan, makan bersama, pelukan, batuk, maupun penggunaan kamar mandi yang sama," ujarnya dalam Talkshow Keluarga Sehat Kementerian Kesehatan RI.

Ia menjelaskan penularan kedua jenis hepatitis tersebut terjadi melalui kontak darah atau cairan tubuh yang terinfeksi, seperti penggunaan jarum suntik secara bergantian, hubungan seksual yang tidak aman, hingga penularan dari ibu kepada bayi.

Menurut dr. Melati, stigma negatif justru menjadi salah satu hambatan dalam upaya eliminasi hepatitis di Indonesia karena membuat masyarakat takut menjalani pemeriksaan.

"Yang kita harapkan justru penyakit ini diketahui lebih awal sehingga bisa segera ditangani sebelum terjadi komplikasi," katanya.

Ia menambahkan, dukungan keluarga dan lingkungan sangat dibutuhkan agar penyandang hepatitis tetap menjalani pengobatan secara rutin.

"Jangan mengucilkan penderita. Berikan dukungan agar mereka tetap semangat menjalani pengobatan dan mencegah komplikasi," ujarnya.

Dalam rangka Hari Hepatitis Sedunia yang diperingati setiap 28 Juli, dr. Melati mengajak masyarakat melindungi diri melalui vaksinasi, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta melakukan skrining apabila memiliki faktor risiko.

"Dengan kepedulian bersama, kita bisa mewujudkan Indonesia bebas hepatitis," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....