Kemenkes Warning Anak Muda: Massa Otot Mulai Susut di Usia 30 Tahun

  • 29 Mei 2026 14:48 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Kementerian Kesehatan RI mengingatkan generasi muda untuk mewaspadai ancaman sarkopenia atau kondisi penurunan massa dan fungsi otot. Penyakit yang selama ini identik dengan fase lansia tersebut, kini mulai mengintai kelompok usia produktif akibat gaya hidup yang kurang bergerak (sedentary lifestyle).

Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Rumah Sakit Soeharso, dr. Ni Luh Tantri Fitriyanti menjelaskan bahwa proses penuaan tubuh memang memicu perlambatan metabolisme. Secara alami, penurunan massa otot akan berjalan 1 hingga 10 persen setiap dekade setelah seseorang menginjak usia 40 tahun.

Namun, tren saat ini menunjukkan penurunan fungsi otot terjadi jauh lebih cepat, bahkan dimulai sejak usia 30 tahun. Faktor pemicu utamanya adalah kebiasaan bekerja terlalu lama di depan komputer, jarang berolahraga, hingga tingginya intensitas menatap layar gawai (screen time).

"Sudah massanya turun, kekuatannya turun, sehingga risiko untuk disabilitasnya akan meningkat," ujar dr. Tantri dalam talk show Keluarga Sehat Kemenkes RI.

Selain kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang buruk seperti tingginya konsumsi karbohidrat dan makanan cepat saji memperparah penumpukan lemak yang merusak otot. dr. Tantri menegaskan bahwa asupan pembangun otot tidak akan bekerja optimal di dalam tubuh jika tidak dirangsang melalui olahraga yang konsisten.

"Kita tidak bisa hanya aktivitas aja, tidak bisa hanya nutrisi aja, tapi dua-duanya itu harus digabungkan," katanya menambahkan.

Untuk mencegah kelumpuhan otot sejak dini, masyarakat diimbau rutin melakukan latihan beban (resistance training) minimal dua sampai tiga kali seminggu selama 15 hingga 30 menit. Langkah ini juga wajib diimbangi dengan konsumsi makanan tinggi protein dan kalsium seperti telur rebus matang dan ikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....