Minuman Keras, Ancaman Nyata bagi Kesehatan Fisik dan Mental
- 26 Jul 2026 00:14 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Minuman keras atau miras masih menjadi salah satu persoalan yang berdampak serius terhadap kesehatan dan kehidupan sosial masyarakat. Kandungan etanol dalam minuman beralkohol bekerja sebagai depresan pada sistem saraf pusat yang dapat merusak berbagai organ tubuh apabila dikonsumsi secara berlebihan atau dalam jangka panjang.
Informasi yang dikutip dari laman Tribrata News Polri menyebutkan bahwa konsumsi alkohol tidak hanya menimbulkan efek sesaat, seperti mabuk dan hangover, tetapi juga berpotensi menyebabkan kerusakan permanen pada organ vital. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis yang mengancam keselamatan jiwa.
Salah satu organ yang paling rentan mengalami kerusakan akibat konsumsi alkohol adalah hati. Organ yang berfungsi menyaring racun tersebut harus bekerja lebih keras untuk memproses alkohol sehingga berisiko mengalami perlemakan hati, peradangan, hingga sirosis yang dapat berujung pada gagal fungsi hati.
Selain menyerang hati, alkohol juga berdampak terhadap sistem saraf dan otak. Dalam jangka pendek, konsumsi miras dapat menyebabkan gangguan keseimbangan, bicara tidak jelas, serta penurunan daya ingat, sedangkan penggunaan jangka panjang dapat memicu depresi, gangguan kecemasan, hingga penurunan fungsi kognitif.
Konsumsi alkohol secara rutin juga meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Dampaknya meliputi hipertensi, gangguan irama jantung, gagal jantung, hingga meningkatnya risiko serangan jantung dan stroke yang dapat mengancam keselamatan penderitanya.
Gangguan kesehatan lainnya juga dapat terjadi pada sistem pencernaan. Alkohol dapat menyebabkan iritasi lambung, gastritis kronis, tukak lambung, serta pankreatitis yang mengganggu proses pencernaan dan produksi insulin di dalam tubuh.
| Baca juga: Manfaat Rebusan Lidah Buaya untuk Kesehatan |
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengategorikan alkohol sebagai zat karsinogen Grup 1 yang berpotensi meningkatkan risiko berbagai jenis kanker. Jenis kanker yang dikaitkan dengan konsumsi alkohol antara lain kanker mulut, tenggorokan, kerongkongan, hati, usus besar, dan payudara, serta dapat menurunkan daya tahan tubuh terhadap penyakit infeksi.
Bahaya yang lebih besar berasal dari peredaran minuman keras oplosan yang mengandung metanol atau bahan kimia berbahaya lainnya. Konsumsi metanol, bahkan dalam jumlah kecil, dapat menyebabkan kebutaan permanen, gagal ginjal, koma, hingga kematian dalam waktu singkat.
Tidak hanya berdampak pada kesehatan, penyalahgunaan minuman keras juga berpengaruh terhadap kehidupan sosial masyarakat. Alkohol kerap menjadi pemicu tindak kekerasan, konflik dalam keluarga, perceraian, tindak kriminal, hingga kecelakaan lalu lintas akibat mengemudi dalam kondisi mabuk.
Karena itu, diperlukan upaya bersama untuk menekan penyalahgunaan minuman keras melalui edukasi kepada masyarakat dan penegakan hukum terhadap peredaran miras ilegal. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai bahaya alkohol, diharapkan kesehatan, keselamatan, dan ketertiban sosial dapat terus terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....