Makanan Penyebab Asam Lambung Naik

  • 23 Jul 2026 16:49 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Asam lambung yang naik atau gastroesophageal reflux (GERD) kerap dipicu oleh pola makan yang kurang tepat. Tanpa disadari, sejumlah makanan dan minuman yang umum dikonsumsi sehari-hari dapat memperburuk gejala, seperti nyeri ulu hati, rasa panas di dada (heartburn), hingga sensasi asam di tenggorokan.

Dikutip dari Alodokter, salah satu makanan yang perlu dibatasi adalah gorengan. Kandungan lemak yang tinggi pada makanan ini dapat memicu produksi hormon kolesistokinin yang menyebabkan otot sfingter di antara lambung dan kerongkongan menjadi lebih rileks. Kondisi tersebut memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan.

Makanan bercita rasa asam, seperti jeruk, lemon, stroberi, maupun makanan yang mengandung cuka, juga berpotensi memicu keluhan. Kandungan asamnya dapat memperparah rasa perih di ulu hati, terutama jika dikonsumsi saat perut kosong.

Selain itu, makanan pedas juga menjadi salah satu pemicu refluks asam lambung. Kandungan capsaicin pada cabai dapat memperlambat proses pengosongan lambung sehingga makanan bertahan lebih lama di dalam lambung. Pada penderita maag, makanan pedas juga dapat memperburuk peradangan pada dinding lambung.

Makanan berlemak, seperti daging sapi, daging kambing, susu full cream, keju, mentega, dan produk olahan susu lainnya, juga sebaiknya dibatasi. Jenis makanan ini membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna sehingga meningkatkan risiko terjadinya refluks, terutama pada penderita GERD.

Cokelat pun termasuk makanan yang dapat memicu naiknya asam lambung. Kandungan kakao, lemak, kafein, dan teobromina di dalamnya diketahui dapat memengaruhi fungsi katup antara lambung dan kerongkongan. Jika ingin mengonsumsinya, cokelat hitam (dark chocolate) dapat menjadi pilihan karena mengandung lebih sedikit zat pemicu refluks, meski tetap perlu dikonsumsi secukupnya.

Selain makanan, minuman bersoda dan berkafein juga disarankan untuk dibatasi. Minuman bersoda mengandung gas yang dapat meningkatkan tekanan di dalam lambung, sedangkan kafein dapat memicu relaksasi otot sfingter sehingga memperbesar risiko asam lambung naik.

Untuk membantu mengurangi risiko kekambuhan, masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih dan memilih makanan yang lebih ramah bagi lambung, seperti sayuran, oatmeal, putih telur, serta makanan yang mengandung lemak sehat, seperti alpukat, kacang kenari, minyak wijen, dan minyak zaitun.

Menjaga pola makan merupakan salah satu langkah penting dalam mengendalikan gejala asam lambung. Selain menghindari makanan pemicu, menerapkan pola hidup sehat dan berkonsultasi dengan tenaga medis apabila keluhan sering kambuh atau semakin berat dapat membantu mencegah komplikasi dan menjaga kesehatan saluran pencernaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....