Dokter Anak Ungkap Mitos Jus Jambu dan Air Putih untuk Pasien DBD

  • 25 Jun 2026 12:55 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Banyak orang tua kerap terkecoh saat demam anak yang terindikasi Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai menurun di hari ketiga. Padahal, fase tersebut justru merupakan awal fase kritis atau kebocoran plasma yang memerlukan penanganan medis intensif.

Dokter Spesialis Anak Subspesialis Infeksi dan Penyakit Tropis, Dea Hapsari, menjelaskan bahwa saat suhu tubuh turun, pembuluh darah pasien mengalami kebocoran kecil sehingga plasmanya merembes keluar.

"Jika tidak ditangani dengan cairan infus yang tepat, kondisi ini bisa memicu syok," ujar. Dea dalam sesi Live Q&A kesehatan.

Selain soal fase kritis, Dea menepis mitos konsumsi jus jambu biji untuk menaikkan trombosit. Menurutnya, trombosit menurun karena saling bergerombol akibat virus, bukan karena habis. Ketika fase rawan terlewati, gerombolan tersebut akan lepas dengan sendirinya.

"Tidak ada obat atau jus yang bisa menaikkan trombosit," ujarnya.

Meski begitu, ia menyatakan jus apa pun tetap boleh diberikan untuk asupan cairan. Catatannya, orang tua harus menghindari minuman berwarna merah atau hitam agar tidak mengecoh tim medis jika pasien mengalami muntah darah.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Ia juga mengingatkan orang tua agar tidak sekadar memberikan air putih biasa saat anak demam tinggi. Cairan yang mengandung elektrolit dan glukosa, seperti minuman isotonik, kuah sup, atau susu, jauh lebih direkomendasikan untuk menjaga stabilitas tubuh pasien.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....