Bayi Baru Lahir Bisa Operasi Jantung? Ini Faktanya
- 20 Jun 2026 20:09 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Mengetahui bayi terlahir dengan kelainan jantung bawaan (KJB) tentu menjadi pukulan berat bagi orang tua. Banyak yang khawatir apakah tubuh mungil sang bayi kuat menjalani tindakan operasi.
Menjawab ketakutan tersebut, Dr. dr. Budi Rahmat, Sp.BTKV (K), Dokter Spesialis Bedah Jantung Anak dari RSJPD Harapan Kita, menegaskan bahwa operasi jantung pada bayi, bahkan yang baru lahir, sangat aman dilakukan berkat kemajuan teknologi medis.
"Sangat-sangat aman. Berat badan berapapun itu kita kerjakan. Bahkan anak yang 500 gram pun bisa kita operasi di bedside dan bisa hidup normal. Jadi usia dan berat badan bukan penghalang," ujar Dr. Budi dalam talkshow Keluarga Sehat Kemenkes RI.
Deteksi Dini Sejak dalam Kandungan
Dr. Budi menjelaskan kelainan jantung terjadi karena terganggunya proses pembentukan jantung janin pada minggu ke-3 hingga ke-8 kehamilan. Faktor pemicunya mulai dari infeksi Rubella, konsumsi obat-obatan, alkohol, hingga faktor genetika.
Kelainan ini sebenarnya bisa diantisipasi sejak dini melalui pemeriksaan USG janin oleh dokter kandungan.
"Usia idealnya di trimester kedua, minggu ke-18 sampai 22. Itu golden period untuk mendeteksi kelainan jantung bawaan," katanya menjelaskan.
Waspada Gejala Kritis dan Ciri pada Bayi
Orang tua harus sangat jeli melihat kondisi bayi pada 24 hingga 70 jam pertama setelah lahir. Ini adalah fase kritis di mana saluran jantung bawaan (ductus arteriosus) mulai menutup secara alami.
"Tanda kritis yang harus diwaspadai adalah kalau anaknya makin membiru, lemah, dan tekanan darahnya rendah. Itu wajib segera diambil tindakan pembedahan," ujar Dr. Budi.
Jika fase kritis terlewati, gejala kelainan jantung pada bayi yang lebih besar bisa dikenali melalui ciri-ciri berikut:
- Warna Kebiruan: Tampak biru di area bibir, lidah, atau kuku dengan saturasi oksigen di bawah 80 - 90%.
- Gangguan Menyusu: Bayi cepat lelah, napas memburu (hingga 60 kali per menit), ada cekungan dalam di bawah dada, dan dahi berbisik keringat deras saat minum susu.
- Tumbuh Kembang Lambat: Berat badan sulit naik walau porsi makan/ASI cukup, serta adanya bunyi bising jantung (murmur) saat diperiksa dokter.
Sebelum operasi, Dr. Budi menyarankan orang tua mengoptimalkan nutrisi anak (bisa dibantu selang nasogastrik/NGT jika berat badan seret) dan menjaga anak dari risiko tertular infeksi batuk-pilek. Ia pun mengingatkan agar orang tua tidak menunda tindakan karena seluruh biaya sudah dijamin oleh BPJS Kesehatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....