Mengenal Gout Penyakit Asam Urat
- 24 Jun 2026 08:08 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Asam urat atau gout merupakan salah satu jenis radang sendi yang ditandai dengan nyeri hebat, kemerahan, pembengkakan, dan rasa hangat pada sendi akibat penumpukan kristal asam urat. Kondisi ini paling sering menyerang sendi jempol kaki, namun juga dapat terjadi pada pergelangan kaki, lutut, tangan, dan sendi lainnya.
Dikutip dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kemkes.go.id asam urat terjadi ketika kadar asam urat dalam darah meningkat atau dikenal sebagai hiperurisemia. Asam urat sendiri merupakan sisa hasil pemecahan zat purin yang berasal dari makanan, seperti jeroan, daging merah, dan beberapa jenis makanan laut, serta dari proses metabolisme tubuh.
Dalam kondisi normal, asam urat akan dikeluarkan melalui ginjal bersama urin. Namun, jika produksinya berlebihan atau proses pembuangannya terganggu akibat faktor seperti penyakit ginjal, penggunaan obat tertentu, maupun faktor genetik, kadar asam urat dapat meningkat dan membentuk kristal di dalam sendi.
Kristal asam urat yang berbentuk tajam menyerupai jarum akan memicu respons sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, terjadi peradangan yang menyebabkan nyeri sangat hebat, bahkan sering kali membuat penderita tidak tahan terhadap sentuhan ringan, seperti gesekan selimut.
Selain nyeri, serangan gout akut biasanya ditandai dengan pembengkakan, kemerahan, rasa hangat pada sendi, serta muncul secara tiba-tiba, terutama pada malam hingga dini hari. Suhu yang lebih rendah pada area kaki juga membuat kristal asam urat lebih mudah terbentuk, sehingga jempol kaki menjadi lokasi yang paling sering terdampak.
Sejumlah faktor diketahui meningkatkan risiko terjadinya gout, antara lain jenis kelamin pria pada usia dewasa hingga lanjut, riwayat keluarga dengan asam urat tinggi, pola makan tinggi purin, obesitas, hipertensi, diabetes, penyakit ginjal, serta penggunaan obat-obatan tertentu seperti diuretik dan aspirin dosis rendah.
| Baca juga: Cara Mencegah Penyakit Usus Buntu |
Pada tahap lanjut, penderita dapat mengalami terbentuknya tofus, yaitu benjolan berisi kristal asam urat yang muncul di bawah kulit. Tofus dapat ditemukan di sekitar sendi, daun telinga, maupun tendon Achilles. Jika tidak ditangani, kondisi ini berpotensi merusak sendi dan mengganggu fungsi gerak.
Pengobatan asam urat tidak hanya bergantung pada obat-obatan, tetapi juga memerlukan perubahan gaya hidup. Langkah yang dianjurkan meliputi menjaga berat badan ideal, mengurangi konsumsi makanan tinggi purin, membatasi minuman beralkohol dan minuman manis tinggi fruktosa, memperbanyak minum air putih, serta mengendalikan penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes.
Masyarakat juga diimbau untuk memahami bahwa gout merupakan penyakit metabolik kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang. Meski gejala nyeri telah berkurang, penderita tetap perlu menjalani kontrol rutin dan mematuhi anjuran pengobatan untuk mencegah komplikasi.
Apabila tidak ditangani dengan baik, asam urat dapat menyebabkan serangan yang semakin sering, kerusakan sendi permanen, kecacatan, pembentukan batu ginjal, penurunan fungsi ginjal, hingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
Dengan deteksi dini, pengobatan yang tepat, serta perubahan gaya hidup yang sehat, risiko komplikasi akibat asam urat dapat diminimalkan sehingga kualitas hidup penderita tetap terjaga.
(Sumber:kemkes.go.id)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....