Gaya Hidup Sehat Kunci Cegah Kolesterol Tinggi pada Lansia
- 05 Jun 2026 20:14 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Kolesterol tinggi pada lansia menjadi salah satu faktor risiko serius yang dapat memicu penyakit jantung dan stroke. Kondisi ini kerap disebut sebagai “musuh sunyi” karena tidak menunjukkan gejala, namun dapat berkembang menjadi komplikasi yang berbahaya bila tidak terdeteksi sejak dini.
Mengutip informasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kemkes.go.id seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami perubahan, termasuk pada sistem pembuluh darah dan metabolisme lemak. Salah satu masalah kesehatan yang sering dialami lansia adalah peningkatan kadar kolesterol dalam darah.
Secara medis, kolesterol sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk membentuk membran sel, hormon steroid, vitamin D, dan asam empedu. Namun, kadar kolesterol jahat atau LDL yang berlebihan dapat menumpuk di dinding pembuluh darah dan membentuk plak aterosklerosis. Kondisi ini menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan mengganggu aliran darah.
Pada kelompok lansia, risiko ini meningkat karena elastisitas pembuluh darah yang menurun. Jika penyumbatan terjadi pada pembuluh darah jantung, dapat menyebabkan penyakit jantung koroner hingga serangan jantung. Sementara jika terjadi pada pembuluh darah otak, dapat memicu stroke yang berpotensi menyebabkan kelumpuhan, gangguan bicara, bahkan kematian.
Karena sering tidak bergejala, kolesterol tinggi kerap tidak disadari oleh penderitanya. Oleh sebab itu, pemeriksaan kesehatan rutin, khususnya bagi masyarakat di atas usia 60 tahun, menjadi langkah penting untuk deteksi dini.
Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kadar kolesterol antara lain pola makan tinggi lemak, konsumsi gorengan, kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok, obesitas, diabetes, serta faktor keturunan. Konsumsi makanan cepat saji, santan berlebihan, dan jeroan juga turut berperan dalam peningkatan kolesterol.
Untuk pencegahan, lansia dianjurkan menerapkan pola hidup sehat dengan memperbanyak konsumsi sayur, buah, ikan, kacang-kacangan, serta makanan berserat tinggi. Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki selama 30 menit per hari juga disarankan untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Jika kadar kolesterol tetap tinggi meski sudah dilakukan perubahan gaya hidup, dokter dapat memberikan obat penurun kolesterol yang harus dikonsumsi sesuai anjuran medis dan tidak boleh dihentikan tanpa konsultasi.
Dengan menjaga pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan rutin, lansia diharapkan dapat tetap aktif, mandiri, serta terhindar dari risiko penyakit jantung dan stroke.
(Sumber:kemkes.go.id)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....