Sering Konsumsi Gula Berlebihan? Hati-hati Demensia
- 01 Jun 2026 05:30 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan risiko demensia karena memengaruhi kesehatan otak dan pembuluh darah dalam jangka panjang. Otak memang membutuhkan glukosa sebagai sumber energi, tetapi terlalu banyak gula dapat mengganggu cara kerja sel-sel otak. Ketika kadar gula darah sering tinggi, tubuh bisa mengalami resistensi insulin, yaitu kondisi saat sel sulit merespons insulin dengan baik. Menariknya, insulin juga berperan penting dalam fungsi memori dan kemampuan belajar di otak.
Mengutip Healthline, kadar gula yang tinggi terus-menerus juga dapat memicu peradangan kronis. Peradangan ini bisa merusak neuron atau sel saraf di otak. Selain itu, gula berlebih menghasilkan senyawa bernama advanced glycation and products (AGEs), yaitu zat yang terbentuk ketika gula menempel pada protein atau lemak. AGEs dapat mempercepat penuaan otak dan dikaitkan dengan penurunan fungsi kognitif.
Di sisi lain, konsumsi gula berlebihan sering berhubungan dengan penyakit seperti obesitas, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Kondisi-kondisi tersebut dapat merusak pembuluh darah kecil di otak sehingga aliran darah dan oksigen ke otak menjadi terganggu. Akibatnya, risiko terjadinya demensia vaskular maupun penyakit Alzheimer's disease dapat meningkat.
Beberapa penelitian bahkan menyebut penyakit Alzheimer sebagai "diabetes tipe 3" karena adanya hubungan kuat antara resistensi insulin dan kerusakan otak pada penderita Alzheimer. Pada kondisi ini, otak kesulitan menggunakan glukosa secara efektif sehingga fungsi memori dan berpikir perlahan menurun.
| Baca juga: Panduan Menjaga Daya Tahan Tubuh |
Namun, bukan berarti semua gula harus dihindari sepenuhnya. Yang perlu diperhatikan adalah pola konsumsi sehari-hari, terutama gula tambahan dari minuman manis, makanan ultra-proses, dan camilan tinggi gula. Mengurangi asupan gula, rutin berolahraga, tidur cukup, dan menjaga kesehatan metabolik dapat membantu melindungi fungsi otak seiring bertambahnya usia.
Makanan yang lebih ramah untuk kesehatan otak biasanya meliputi sayuran hijau, ikan berlemak, kacang-kacangan, buah secukupnya, dan sumber karbohidrat kompleks seperti oat atau beras merah. Pola makan seperti diet Mediterania sering dikaitkan dengan risiko demensia yang lebih rendah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....