Sering Larang Lansia Beraktivitas ternyata Percepat Kelumpuhan Otot
- 29 Mei 2026 14:50 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Kebiasaan anak yang melarang orang tua atau lansia melakukan aktivitas fisik ringan di rumah ternyata berdampak buruk bagi kesehatan makro mereka. Niat baik untuk memanjakan orang tua dengan meminta mereka diam dan duduk saja justru mempercepat terjadinya sarkopenia atau penyusutan massa otot.
Dokter Konsultan Geriatri RS Soeharso, dr. Ni Luh Tantri Fitriyanti mengungkapkan, fenomena salah kaprah ini marak terjadi di lingkungan keluarga Indonesia. Anak-anak kerap melarang orang tua mereka menyapu, mencuci piring, atau sekadar berjalan kaki ke sawah dengan alasan khawatir kelelahan atau jatuh.
Padahal, otot tubuh manusia membutuhkan stimulasi atau beban bergerak secara konsisten sepanjang usia. Jika lansia dipaksa berhenti beraktivitas, otot mereka akan mengalami atrofi (pengecilan) yang berujung pada kerapuhan fisik dan hilangnya kemampuan motorik mandiri.
"Anak ini sebetulnya niatnya bagus, tapi akibatnya tidak bagus pada lansia karena mereka itu butuh tetap aktif," kata dr. Tantri.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa jika massa otot lansia sudah hilang, risiko jatuh akan meningkat drastis. Cedera akibat jatuh pada lansia berpotensi memicu patah tulang yang memaksa mereka hanya bisa terbaring di tempat tidur dan memicu ketergantungan penuh pada orang lain.
"Inactivity dan sedentary lifestyle ini akan mempercepat terjadinya sarkopenia," katanay menegaskan.
Kendati demikian, pihak keluarga tetap harus memodifikasi fasilitas rumah agar ramah dan aman bagi ruang gerak lansia. Beberapa solusinya antara lain menyediakan tempat cuci piring yang sejajar dengan tinggi badan tanpa membungkuk, serta memasang pegangan besi (handgrip) di area kloset kamar mandi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....