Hipertensi di Usia Muda Makin Banyak Terjadi
- 24 Mei 2026 19:19 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak, garam, dan kolesterol dinilai menjadi salah satu pemicu meningkatnya kasus hipertensi, termasuk pada kelompok usia muda. Momentum perayaan Idul Adha pun membuat masyarakat diingatkan untuk lebih bijak dalam memilih dan mengatur pola konsumsi makanan.
Dokter spesialis penyakit dalam, Nusa Purnawan Putra mengatakan hipertensi merupakan penyakit kronis yang tidak boleh dianggap sepele karena dapat memicu berbagai komplikasi serius pada tubuh.
“Hipertensi itu tidak dapat sembuh. Hipertensi hanya bisa dikontrol,” ujarnya dalam talkshow yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Menurut dr. Nusa, masih banyak masyarakat yang merasa aman mengonsumsi makanan berlemak karena mengandalkan obat penurun tekanan darah. Padahal, pengobatan hipertensi harus dibarengi dengan perubahan gaya hidup agar hasilnya optimal dan tekanan darah tetap stabil.
Ia menegaskan hipertensi yang tidak terkontrol dapat merusak berbagai organ tubuh, mulai dari mata, ginjal, otak, hingga jantung. Tekanan darah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah kecil dan meningkatkan risiko stroke maupun serangan jantung koroner.
Selain pola makan, hipertensi juga dipengaruhi sejumlah faktor risiko lain seperti kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, obesitas, serta konsumsi garam berlebih.
“Hipertensi saat ini semakin banyak ditemukan pada usia muda karena pola hidup yang tidak sehat,” kata dr. Nusa.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menjadikan obat sebagai alasan bebas mengonsumsi makanan tinggi lemak dan kolesterol. Menurutnya, pengendalian hipertensi perlu dilakukan secara menyeluruh melalui pola makan sehat, olahraga rutin, menjaga berat badan ideal, serta pemeriksaan tekanan darah secara berkala.
Karena itu, masyarakat dianjurkan membatasi konsumsi jeroan dan makanan bersantan selama Idul Adha agar tekanan darah tetap terkontrol dan risiko komplikasi serius dapat dicegah sejak dini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....