Hobi Makan Jeroan? Waspada Hipertensi Mengintai

  • 24 Mei 2026 19:20 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Momen Idul Adha identik dengan berbagai olahan daging kurban, termasuk jeroan seperti ati ampela, usus, kikil, hingga gulai otak. Namun, masyarakat diingatkan untuk tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan tersebut karena dapat meningkatkan risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Dokter spesialis penyakit dalam, Nusa Purnawan Putra, mengatakan hipertensi sering kali tidak disadari penderitanya.

“Banyak yang tiba-tiba tensinya sudah sangat tinggi, tetapi berdampak pada beberapa organ, seperti stroke, sakit jantung, atau gangguan organ vital lainnya,” ujarnya dalam talkshow Keluarga Sehat Kementerian Kesehatan RI.

Menurutnya, jeroan mengandung lemak jenuh dan kolesterol tinggi, terutama pada bagian hati, ginjal, dan otak. Kandungan tersebut dapat memicu penumpukan lemak di pembuluh darah sehingga tekanan darah meningkat.

“Saat pembuluh darah kita lebih kecil diameternya karena ada penumpukan lemak, maka itu akan berisiko terjadi hipertensi,” katanya.

Selain meningkatkan risiko hipertensi, konsumsi jeroan secara berlebihan juga dapat memicu asam urat akibat kandungan purin yang tinggi. Kondisi tersebut bisa menyebabkan nyeri sendi hingga batu ginjal apabila tidak dikendalikan dengan baik.

dr. Nusa menyarankan masyarakat lebih bijak dalam mengatur pola makan selama perayaan Idul Adha. Frekuensi konsumsi jeroan sebaiknya dibatasi dan tidak dijadikan menu harian. Pengolahan makanan juga perlu diperhatikan agar tidak semakin meningkatkan kadar lemak dan kolesterol.

Ia menambahkan cara pengolahan yang lebih sehat, seperti direbus, lebih dianjurkan dibandingkan dimasak dengan santan atau digoreng. Selain menjaga pola makan, masyarakat juga dianjurkan rutin berolahraga, mengurangi konsumsi garam, serta melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala untuk mencegah hipertensi dan penyakit kronis lainnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....