Mengenal Hantavirus: Gejala, Penularan, dan Harapan Kesembuhannya
- 06 Mei 2026 21:27 WIB
- Manado
Poin Utama
- Media Penularan: Virus menyebar melalui partikel kotoran tikus yang terhirup di udara, bukan melalui kontak sosial antarmanusia pada umumnya.
- Risiko Fatal: Gejala awal mirip flu namun bisa berkembang cepat menjadi gagal napas dengan tingkat kematian mencapai 50%.
- Solusi Medis: Penggunaan alat bantu ECMO di ruang intensif menjadi metode paling efektif untuk meningkatkan peluang hidup pasien.
RRI.co.id, Manado – Seiring dengan kabar isolasi kapal pesiar MV Hondius akibat wabah penyakit menular, perhatian dunia kini tertuju pada ancaman Hantavirus. Meskipun kasusnya tergolong jarang, virus yang dibawa oleh hewan pengerat ini memiliki tingkat fatalitas yang cukup tinggi jika tidak segera ditangani.
Pakar mikrobiologi dari University of Florida menjelaskan bahwa Hantavirus primernya ditularkan dari tikus ke manusia. Penularan utama terjadi melalui udara (airborne), tepatnya ketika kotoran atau urine tikus yang terkontaminasi mengering dan partikelnya terbang ke udara lalu terhirup oleh manusia. Hal ini sering terjadi di ruang tertutup dengan ventilasi buruk, seperti kabin kapal atau gudang kargo.
Gejala awal Hantavirus sering kali menipu karena menyerupai flu biasa, meliputi demam, nyeri otot, sakit kepala, hingga gangguan pencernaan. Namun, bahaya sebenarnya muncul beberapa hari kemudian. Pada varian tertentu, pasien dapat mengalami kegagalan fungsi paru-paru dan jantung secara mendadak. Tanpa penanganan medis yang tepat, tingkat kematian varian tertentu bisa mencapai angka 50 persen.
Hingga saat ini, belum ada obat antivirus khusus yang disetujui untuk menyembuhkan penyakit ini secara instan. Meski demikian, harapan hidup pasien dapat meningkat drastis melalui perawatan suportif di ruang ICU. Salah satu metode yang paling efektif adalah penggunaan teknologi ECMO (Extracorporeal Membrane Oxygenation), sebuah alat medis canggih yang mampu mengambil alih fungsi jantung dan paru-paru untuk sementara waktu.
| Baca juga: Langkah Pencegahan Penyakit Hati sejak Dini |
Para ahli menekankan bahwa kunci utama keselamatan adalah deteksi dini. Masyarakat dihimbau untuk segera mencari bantuan medis jika mengalami gejala pernapasan akut setelah berada di lingkungan yang berpotensi menjadi sarang tikus. Dengan penanganan yang cepat dan dukungan alat medis yang memadai, risiko kematian akibat Hantavirus dapat ditekan secara signifikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....