Sinar Biru: Dampak dan Cara Melindungi pada Mata
- 22 Mar 2026 20:02 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Sinar biru adalah bagian dari spektrum cahaya tampak yang memiliki panjang gelombang pendek dan energi tinggi. Sumber sinar biru tidak hanya berasal dari matahari, tetapi juga dari perangkat digital seperti smartphone, komputer, dan televisi yang sering digunakan sehari-hari.
Paparan sinar biru dalam jumlah wajar sebenarnya tidak berbahaya, bahkan membantu mengatur siklus tidur (ritme sirkadian) dan meningkatkan kewaspadaan di siang hari. Namun, paparan berlebihan terutama di malam hari dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang berperan dalam kualitas tidur.
Sebagaimana dikutip dari laman www.aao.org Salah satu dampak yang paling sering dirasakan adalah digital eye strain atau kelelahan mata digital. Gejalanya meliputi mata kering, pandangan kabur, sakit kepala, hingga rasa tegang di sekitar mata akibat terlalu lama menatap layar tanpa istirahat.
Dilansir dari laman pmc.ncbi.nlm.nih.gov Selain itu, ada kekhawatiran bahwa paparan sinar biru jangka panjang dapat berkontribusi terhadap kerusakan retina. Meskipun penelitian masih terus berkembang, para ahli menyarankan untuk tetap membatasi paparan berlebih sebagai langkah pencegahan.
| Baca juga: Manfaat Buah Ceri untuk Kesehatan |
Untuk mengurangi dampaknya, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan, seperti menggunakan mode malam (night mode) pada perangkat, mengatur kecerahan layar, serta mengikuti aturan 20-20-20 (setiap 20 menit melihat objek sejauh 20 kaki selama 20 detik).
Selain itu, penggunaan kacamata anti radiasi atau filter sinar biru juga bisa menjadi solusi tambahan, terutama bagi mereka yang bekerja lama di depan layar. Mengurangi penggunaan gadget sebelum tidur juga sangat dianjurkan untuk menjaga kualitas istirahat.
Kesimpulannya, sinar biru tidak sepenuhnya berbahaya, tetapi paparan berlebihan dari perangkat digital dapat berdampak pada kesehatan mata dan kualitas tidur. Dengan penggunaan yang bijak dan langkah pencegahan yang tepat, risiko tersebut dapat diminimalkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....