Waktu Terbaik Mengkonsumsi Zat Besi

  • 07 Mar 2026 20:26 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Zat besi adalah sumber ratusan protein dan enzim serta bermanfaat dalam badan. Zat besi berperan penting dalam metabolisme energi, fungsi kekebalan tubuh dan proses otak. Fungsi yang paling penting adalah perannya sebagai transporter oksigen ke seluruh tubuh. Normalnya setiap harinya manusia membutuhkan zat besi sekitar 20 - 25 mg untuk menghasilkan sel darah merah. Kurangnya asupan zat besi sehingga menyebabkan anemia.

Dilansir dari Keslan.Kemkes.Go.Id, bahwa penyebab anemia yang paling sering terjadi adalah tidak terpenuhinya angka kebutuhan zat besi dikarenakan kurangnya asupan zat besi sehingga menyebabkan defisiensi zat besi dalam tubuh. Gejala kekurangan zat besi antara lain cepat merasa lelah dan lemah, sesak napas, perubahan status mental, hipotermia, dan peningkatan resiko infeksi.

Suplemen zat besi yang banyak tersedia di pasaran pada umumnya dalam bentuk Ferrous Sulfat, Ferrous Glisinat, dan Ferrous Fumarat. Untuk memaksimalkan penyerapan zat besi, saat yang paling tepat adalah diminum saat perut kosong ( 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan ) dengan air putih atau dengan tambahan asupan vitamin C ( suplemen atau buah jeruk ). Beberapa jenis zat besi bisa menyebabkan mual, jika mual terjadi maka zar besi bisa diminum 2 jam sesudah makan. Hindari mengkonsumsi suplemen zat besi bersamaan dengan kalsium, antasida, dan kafein karena dapat mengganggu penyerapan suplemen zat besi.

Alternatif lain untuk suplementasi oral zat besi adalah melalui intravena. Suplemen zat besi melalui intravena ini diperuntukkan bagi pasien dengan kondisi sebagai berikut.

1. Tidak dapat minum suplemen zat besi oral.

2. Wanita hamil yang mengalami muntah dan mual secara signifikan.

3. Pasien yang telah menjalani operasi bypass lambung.

4. Pasien yang mengalami malabsorbsi yang mencegah penyerapan zat besi ( anemia perniosa, celiac disease )

5. Pasien peradangan kronis ( SLE ), rheumatic arthritis.

Suplemen zat besi dapat mengurangi penyerapan obat lain dengan membentuk kompleks yang tidak larut dengan obat metildopa levodopa, fluoroquinolon, penisilin, atau tetrasiklin. Juga hindari mengkonsumsi suplemen zat besi bersama susu, kalsium, antasida, makanan tinggi serat, atau kafein.

Monitoring kadar zat besi dalam darah sangat penting untuk mengetahui efektivitas suplemen zat besi. Monitoring ini dilakukan setelah mengonsumsi suplemen zat besi selama beberapa bulan. Untuk pasien yang menerima zat besi secara intravena, kadar zat besi seharusnya berada dalam batas normal setelah 6 minggu terapi. Suplementasi zat besi dapat dihentikan setelah terdapat cadangan zat besi dan trasferrin yang cukup dalam tubuh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....