Ketombe: Penyebab dan Cara Mengatasinya dengan Tepat

  • 05 Mar 2026 09:00 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Ketombe merupakan masalah kulit kepala yang umum dialami banyak orang, ditandai dengan serpihan putih atau kekuningan yang rontok dari kulit kepala. Secara medis, ketombe sering dikaitkan dengan kondisi dermatitis seboroik ringan, yaitu peradangan pada kulit kepala yang menyebabkan pengelupasan berlebih. Meski tidak menular dan jarang berbahaya, ketombe dapat menimbulkan rasa gatal, tidak nyaman, hingga menurunkan rasa percaya diri. Sebagaimana dikutip dari laman www.mayoclinic.org

Menurut penjelasan dari Mayo Clinic, ketombe bisa dipicu oleh kulit kepala berminyak, pertumbuhan jamur Malassezia, stres, hingga penggunaan produk rambut yang tidak cocok.

Salah satu penyebab utama ketombe adalah pertumbuhan berlebih jamur alami bernama Malassezia yang hidup di kulit kepala. Jamur ini memakan minyak alami (sebum) dan dapat mempercepat pergantian sel kulit sehingga menimbulkan serpihan. Selain itu, jarang keramas, perubahan cuaca, serta kondisi kulit seperti psoriasis dan eksim juga dapat memperparah ketombe.

Berdasarkan informasi dari American Academy of Dermatology, ketombe juga bisa muncul akibat kulit kepala yang terlalu kering atau justru terlalu berminyak, sehingga penting mengenali kondisi kulit kepala sebelum memilih perawatan.

Dilansir dari laman www.nhs.uk Dampak ketombe tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga psikologis. Banyak orang merasa malu ketika serpihan ketombe terlihat di pakaian berwarna gelap. Rasa gatal yang terus-menerus pun bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Dalam beberapa kasus, garukan berlebihan dapat menyebabkan iritasi bahkan luka ringan di kulit kepala. Oleh karena itu, penanganan yang tepat sangat diperlukan agar kondisi tidak semakin parah. Informasi kesehatan dari National Health Service menyebutkan bahwa ketombe umumnya dapat dikontrol dengan perawatan rutin tanpa perlu penanganan medis khusus, kecuali jika gejalanya berat.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Untuk mengatasi ketombe, langkah pertama adalah menggunakan sampo antiketombe yang mengandung bahan aktif seperti zinc pyrithione, selenium sulfide, ketoconazole, atau salicylic acid. Keramas secara teratur sesuai kebutuhan kulit kepala juga penting untuk mengurangi penumpukan minyak dan sel kulit mati. Selain itu, menjaga pola makan seimbang, mengelola stres, dan menghindari penggunaan produk rambut berlebihan dapat membantu mencegah kekambuhan. Jika ketombe tidak membaik setelah beberapa minggu perawatan mandiri, konsultasi dengan dokter kulit sangat disarankan agar mendapatkan diagnosis dan terapi yang sesuai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....