Pentingnya Air Putih Cegah Dehidrasi dan Komplikasi Kesehatan
- 26 Feb 2026 08:02 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Di tengah cuaca panas yang melanda berbagai wilayah, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap risiko dehidrasi akibat kurangnya asupan air putih. Kondisi ini kerap dianggap sepele, padahal dampaknya dapat mengganggu fungsi organ tubuh hingga menimbulkan komplikasi serius.
Seperti dikutip dari laman polri.go.id kurang minum air putih dapat menyebabkan dehidrasi dengan tanda-tanda utama seperti rasa haus ekstrem, urine berwarna gelap dan pekat, mulut serta bibir kering, pusing, kelelahan, kulit tampak kusam, hingga jarang buang air kecil. Jika kondisi ini dibiarkan, dehidrasi berpotensi memicu infeksi kandung kemih dan menurunkan konsentrasi.
Air merupakan komponen vital dalam tubuh manusia. Sekitar 50–70 persen tubuh terdiri dari air yang digunakan oleh sel, jaringan, dan organ untuk menjalankan fungsinya secara optimal. Dalam kondisi cuaca panas, kebutuhan cairan meningkat karena tubuh kehilangan lebih banyak cairan melalui keringat. Oleh sebab itu, konsumsi air putih setidaknya dua liter atau sekitar delapan gelas per hari guna menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Secara medis, dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang diterima. Kondisi ini tidak hanya dialami orang dewasa, tetapi juga dapat terjadi pada bayi, anak-anak, hingga lansia. Gejala dehidrasi pun bervariasi, tergantung tingkat keparahannya. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya telah mengalami dehidrasi ringan karena gejalanya sering dianggap sebagai kelelahan biasa.
Beberapa tanda umum yang perlu diwaspadai antara lain rasa lelah berlebihan atau perubahan suasana hati. Penurunan tingkat hidrasi dapat membuat seseorang merasa lebih gelisah dan mudah lelah. Kondisi ini dilaporkan lebih sering dirasakan wanita, yang secara fisiologis memiliki persentase air tubuh lebih rendah dibandingkan pria. Selain itu, rasa pusing berat juga menjadi tanda penting dehidrasi kronis. Kekurangan cairan menyebabkan volume darah menurun, sehingga tekanan darah ikut turun dan aliran darah ke otak berkurang. Akibatnya, timbul sensasi pusing bahkan kebingungan.
Sakit kepala yang sering muncul tanpa sebab jelas juga patut dicurigai sebagai dampak kurang minum air. Ketika tubuh kehilangan cairan, otak dapat mengalami penyusutan sementara akibat kekurangan air. Kondisi ini memicu peregangan pada ujung saraf dan menimbulkan rasa nyeri.
| Baca juga: Cara Menjaga Kesehatan di saat Cuaca Panas |
Perubahan warna urine menjadi indikator yang mudah diamati. Urine berwarna kuning tua hingga cokelat menandakan dehidrasi parah. Warna gelap tersebut merupakan hasil upaya tubuh menghemat cairan dengan mengurangi pengeluaran air melalui ginjal. Sebaliknya, urine yang jernih umumnya menunjukkan kondisi hidrasi yang baik.
Haus dan mulut kering juga sering dianggap sebagai tanda awal dehidrasi. Namun, para ahli menjelaskan bahwa rasa haus justru menandakan tubuh telah mengalami dehidrasi ringan. Artinya, saat rasa haus muncul, tubuh sebenarnya sudah membutuhkan tambahan cairan segera.
Air memiliki peran penting dalam menjaga sistem kerja tubuh. Selain membantu mengatur suhu tubuh dan melumasi persendian, air juga berfungsi melancarkan pencernaan, membantu proses pengeluaran racun, menyeimbangkan kadar mineral, serta mendistribusikan oksigen ke seluruh organ. Kekurangan cairan, bahkan dalam jumlah kecil, dapat mengganggu berbagai fungsi tersebut.
| Baca juga: Pahami Gejala Umum Tubuh Mengalami Dehidrasi |
Dalam jangka panjang, dehidrasi yang tidak ditangani berisiko merusak fungsi ginjal, meningkatkan kemungkinan terbentuknya batu ginjal, infeksi saluran kemih, hingga berujung pada gagal ginjal. Kondisi ini tentu menjadi ancaman serius bagi kesehatan. Ironisnya, masih banyak masyarakat yang lebih memilih minuman manis dibandingkan air putih karena dianggap lebih menyegarkan. Padahal, kebiasaan tersebut justru dapat memperparah risiko dehidrasi dan menambah asupan gula berlebih bagi tubuh.
Secara sederhana, manusia dapat bertahan hidup lebih lama tanpa makanan dibandingkan tanpa air. Dalam kondisi lingkungan tertentu, seseorang hanya mampu bertahan beberapa hari, maksimal sekitar satu minggu, tanpa asupan air. Fakta ini menegaskan betapa vitalnya peran air bagi kelangsungan hidup manusia.
Karena itu, menjaga kecukupan asupan air putih setiap hari menjadi langkah sederhana namun krusial untuk mempertahankan kesehatan. Memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik bukan hanya mencegah dehidrasi, tetapi juga membantu organ-organ tubuh bekerja secara optimal.
Masyarakat diimbau untuk tidak menunggu hingga rasa haus datang, melainkan membiasakan diri minum air secara teratur sepanjang hari. Dengan demikian, risiko dehidrasi dapat dicegah dan kesehatan tubuh tetap terjaga, terutama di tengah cuaca panas yang semakin ekstrem.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....