"Mata Sahara" di Afrika Tampak Jelas dari Antariksa

  • 17 Apr 2026 14:07 WIB
  •  Manado
Poin Utama
  • Richat Structure di Mauritania tampak seperti lingkaran raksasa dari satelit, meski sulit dikenali dari permukaan.
  • Struktur ini awalnya diduga akibat tumbukan meteor, namun penelitian membuktikan terbentuk dari proses geologi alami berupa pengangkatan batuan dan erosi jangka panjang.
  • Citra terbaru dari Landsat 8 dan Landsat 9 menunjukkan detail formasi, sekaligus menegaskan pentingnya kawasan ini bagi studi geologi dan sejarah bumi.

RRI.co.id, Manado - Fenomena geologi unik Richat Structure kembali menjadi sorotan setelah ditampilkan sebagai Image of the Day oleh NASA Earth Observatory pada 16 April 2026.

Struktur berbentuk lingkaran besar ini terletak di wilayah barat laut Mauritania, tepatnya di Dataran Tinggi Adrar. Dari permukaan tanah, bentuknya sulit dikenali. Namun dari luar angkasa, formasi ini tampak jelas menyerupai “mata raksasa”, sehingga dikenal sebagai “Eye of the Sahara” atau "Mata Sahara".

Citra terbaru yang dirilis merupakan gabungan data dari satelit Landsat 8 dan Landsat 9, yang merekam detail struktur pada 5 dan 6 Maret 2026. Formasi ini memiliki diameter sekitar 40 kilometer dan terdiri dari lapisan batuan melingkar dengan warna beragam.

Awalnya, para ilmuwan menduga struktur ini terbentuk akibat tumbukan meteor karena bentuknya yang melingkar sempurna. Namun penelitian lanjutan menunjukkan bahwa Richat Structure merupakan kubah geologi yang mengalami erosi dalam jangka waktu sangat panjang.

Proses geologi ini dipicu oleh dorongan material batuan dari bawah permukaan bumi, yang kemudian mengalami pengikisan berbeda-beda pada tiap jenis batuan. Hal ini menghasilkan pola lingkaran konsentris yang terlihat jelas dari atas.

Wilayah di sekitar Richat Structure juga menyimpan jejak sejarah manusia, mulai dari alat batu zaman Paleolitikum, lukisan gua Neolitikum, hingga sisa-sisa kota abad pertengahan yang dulunya menjadi jalur perdagangan di Gurun Sahara.

Struktur ini pertama kali dideskripsikan oleh ilmuwan Prancis pada 1930-an, dan semakin dikenal luas setelah difoto oleh astronot Ed White dan James McDivitt dalam misi bersejarah Gemini IV.

Hingga kini, Richat Structure tetap menjadi salah satu fenomena geologi paling mencolok di Bumi, sekaligus contoh bagaimana proses alam membentuk lanskap yang spektakuler dalam skala besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....