Digital Eye Strain: Ancaman Kesehatan di Era Gadget
- 11 Des 2025 08:02 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Aktivitas di depan layar gadget dalam waktu lama kini menjadi salah satu penyebab utama gangguan kesehatan mata. Fenomena ini dikenal sebagai Digital Eye Strain (DES) atau Sindrom Penglihatan Komputer.
Menurut informasi yang dikutip dari laman polri.go.id DES ditandai dengan gejala seperti mata kering, perih, berair, pandangan kabur atau ganda, hingga sakit kepala, leher, dan punggung. Kondisi ini muncul akibat otot mata bekerja terlalu keras saat fokus pada layar digital, serta berkurangnya frekuensi berkedip.
Ketika mata terlalu kering, saraf akan memberikan sinyal ke otak untuk mengeluarkan air lebih banyak, sehingga mata berair. Namun, masalah utama tetap ketegangan otot mata akibat fokus lama pada layar.
Selain pekerja kantoran, pelajar, gamer, hingga pengguna ponsel aktif juga berisiko mengalami gejala ini. Mata yang terlalu lama menatap layar bisa mengakibatkan penglihatan kabur, sulit membaca dekat, hingga kesulitan memindahkan fokus mata.
Untuk mencegah DES, aturan 20-20-20: setiap 20 menit, alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki selama 20 detik. Selain itu, atur pencahayaan layar, jaga jarak mata dengan layar, sering berkedip, dan gunakan tetes mata bila perlu.
Di era digital, hampir semua aktivitas melibatkan layar. Memahami penyebab dan cara mengatasinya sangat penting agar kesehatan mata tetap terjaga. Dengan kesadaran dan penerapan langkah pencegahan sederhana, risiko gangguan mata akibat penggunaan gadget dapat dikurangi, sehingga produktivitas dan kenyamanan mata tetap terjaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....