Prompt AI: Keterampilan Baru di Era Digital
- 29 Sep 2025 21:05 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) memunculkan keterampilan baru yang kini mulai banyak diperbincangkan, yaitu prompt engineering. Keterampilan ini dinilai penting karena mampu mengarahkan AI untuk menghasilkan jawaban atau karya sesuai kebutuhan pengguna.
Apa Itu Prompt AI?
Prompt AI adalah instruksi atau arahan yang diberikan kepada sistem AI generatif, baik berupa teks, pertanyaan, maupun deskripsi detail. Dengan prompt yang tepat, AI bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari membuat artikel, desain, analisis data, hingga mendukung riset.
Menurut Business Lounge Journal (BLJ), kemampuan menyusun prompt secara efektif membuka peluang besar di dunia kerja, karena hampir semua industri kini mulai mengadopsi AI dalam operasional mereka (BLJ.co.id, 2025).
Profesi Prompt Engineer
Seiring berkembangnya kebutuhan AI, muncul profesi baru yang disebut prompt engineer. Profesi ini bertugas merancang instruksi agar AI menghasilkan keluaran yang relevan dan berkualitas. Laporan dari BLJ.co.id menyebutkan bahwa gaji seorang prompt engineer di perusahaan teknologi global bisa mencapai puluhan ribu dolar per tahun.
Sementara itu,seperti dikutip dari laman portal.komdigi.go.id Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam portal resminya juga mendorong generasi muda untuk mempelajari keterampilan ini. Melalui berbagai workshop, Komdigi menekankan bahwa prompt engineering dapat meningkatkan daya saing di era digital.
Tantangan ke Depan
Meski menjanjikan, sejumlah ahli menilai profesi ini bisa berubah seiring perkembangan AI. Menurut BLJ.co.id, kemampuan AI yang semakin pintar bisa membuat prompt sederhana sudah cukup menghasilkan output berkualitas, sehingga spesialis prompt mungkin akan berkurang perannya di masa depan.
| Baca juga: Penasaran Itu Awal dari Segala Pengetahuan |
Kesimpulan
Prompt AI adalah keterampilan strategis di era digital saat ini. Meski status profesinya di masa depan masih diperdebatkan, kemampuan menyusun prompt tetap menjadi bekal penting bagi siapa saja yang ingin memanfaatkan AI secara maksimal.
(Stanly Kalumata)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....