H-10 Keberangkatan, Persiapan Keberangkatan Jemaah Haji Sulut Hampir Rampung
- 22 Apr 2026 17:28 WIB
- Manado
Poin Utama
- Persiapan keberangkatan jemaah haji Sulut H-10 hampir rampung, tinggal penyempurnaan teknis di asrama.
- Sebanyak 390 jemaah dijadwalkan berangkat 2 Mei 2026 melalui embarkasi Balikpapan.
- Inovasi layanan asrama meliputi one stop service, pusat informasi terintegrasi, dan edukasi melalui TV di kamar.
RRI.CO.ID, Manado - Memasuki H-10 keberangkatan, persiapan jemaah haji Provinsi Sulawesi Utara terus dimatangkan oleh Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulut. Berbagai aspek mulai dari kesiapan asrama haji, transportasi, konsumsi, fasilitas kesehatan hingga pengawalan menjadi fokus dalam Rapat Koordinasi yang digelar Rabu (22/4/2026) di Aula Kanwil.
Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulut, Wahyudin Ukoli, dan dihadiri seluruh pemangku kepentingan terkait.

“Hari ini kita semua berkomitmen bersama. Persiapan sudah hampir rampung, tinggal hal-hal teknis seperti kesiapan kamar di asrama, pembersihan, dan penyempurnaan fasilitas,” ujar Wahyudin.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dijadwalkan akan melepas secara resmi jemaah haji pada Selasa, 28 April 2026 oleh Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus. Selanjutnya, seluruh jemaah dijadwalkan masuk asrama pada 1 Mei 2026. Sebanyak 390 jemaah haji asal Sulut akan diberangkatkan menuju embarkasi Balikpapan pada 2 Mei 2026, sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci pada 3 Mei 2026.
Dalam upaya meningkatkan pelayanan, Kanwil juga menghadirkan sejumlah inovasi di asrama haji. Salah satunya adalah penerapan sistem one stop service untuk mempercepat proses penerimaan jemaah saat tiba di asrama.
“Jemaah tidak lagi bingung atau menunggu lama. Mereka langsung tahu kamar dan lokasi yang akan ditempati sejak awal,” jelas Wahyudin.
Selain itu, sistem pusat informasi terintegrasi juga disiapkan untuk memudahkan penyampaian informasi kepada jemaah, termasuk jadwal ibadah dan konsumsi yang dapat langsung didengar hingga ke kamar. Tak hanya itu, televisi di kamar jemaah kini dimanfaatkan sebagai media edukasi, menayangkan materi manasik, panduan di pesawat, serta pembekalan fisik dan mental menjelang ibadah di Tanah Suci.
Wahyudin pun mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan dan mempersiapkan diri secara optimal, baik fisik maupun spiritual.
“Yang paling utama adalah niat. Luruskan hati untuk berhaji karena Allah. Jika itu sudah tertata dengan baik, insya Allah seluruh proses ibadah akan dijalani dengan penuh keikhlasan,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....