Wahyudin Ukoli Kunjungi Jemaah Haji Kloter 13 BPN

  • 27 Jun 2025 13:32 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, H. Wahyudin Ukoli, yang saat ini tengah menjalankan tugas sebagai Kepala Sektor 9 Makkah, melakukan kunjungan kepada jemaah haji Kloter 13 Balikpapan (BPN) yang berasal dari Provinsi Sulawesi Utara l, di Hotel 716 Lema Al Taj Sektor 7 Makkah.

Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka memberikan pembinaan sekaligus memastikan kesiapan jemaah menjelang keberangkatan ke Madinah yang dijadwalkan pada pukul 16.00 Waktu Arab Saudi (WAS) hari ini. Setibanya di Madinah, jemaah akan ditempatkan di Hotel Shaza Regency Plaza, Kamis (26/6).

Kabid PHU menyampaikan kondisi jemaah yang sehat dan siap untuk melanjutkan ziarah di Kota Nabi. Menurut jadwal yang telah ditetapkan, setibanya di Madinah, jemaah akan melaksanakan ziarah ke sejumlah tempat bersejarah, termasuk yang paling utama adalah berziarah ke makam Rasulullah SAW di Raudhah, Masjid Nabawi.

Jemaah Kloter 13 BPN direncanakan akan dipulangkan ke Indonesia dari Madinah pada tanggal 4 Juli 2025 pukul 9.55 WAS menuju Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan dan akan tiba tanggal 5 Juli 2025 pukul 11.25 WITA. Selanjutnya jemaah bertolak menuju Bandara Samratulangi Manado tanggal 6 Juli 2025, tiba pukul 06.05 WITA.

Dalam kesempatan tersebut, Ukoli menyampaikan pesan kepada jemaah agar selama di Madinah senantiasa menjaga kesehatan dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk beribadah di Masjid Nabawi serta memperdalam spiritualitas melalui ziarah.

"Saya berpesan agar para jemaah menjaga kesehatan dan benar-benar memanfaatkan kesempatan ini untuk memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi serta menapaktilasi perjuangan Rasulullah SAW. Dengan begitu, semangat kita dalam meneladani perjuangan beliau yang penuh cinta, perdamaian, dan kerukunan akan semakin menguat,” pesannya.

Ia pun menambahkan agar keteladanan Rasulullah dalam membangun masyarakat yang damai dan penuh toleransi harus menjadi inspirasi bagi seluruh jemaah, terlebih saat kembali ke tanah air.

"Ziarah ini bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi juga menjadi momen untuk belajar dari sosok Nabi sebagai teladan utama dalam membangun kehidupan yang rukun dan harmonis di tengah perbedaan. Ini sangat relevan dengan konteks bangsa kita yang majemuk,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....