Calon Jemaah Haji Bolmong Ikuti Rangkaian Manasik Haji Terakhir
- 01 Mei 2025 09:29 WIB
- Manado
KBRN, Bolmong: Sebanyak 68 calon jemaah haji asal Kabupaten Bolaang Mongondow mengikuti manasik haji terakhir. Kegiatan ini menjadi puncak dari seluruh rangkaian bimbingan yang telah mereka jalani, sebelum akhirnya bertolak menuju Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji.
Manasik ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bolaang Mongondow, Shabri Makmur Bora, S.Ag, yang juga bertindak sebagai Ketua Kloter 13. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya manasik sebagai sarana pembekalan menyeluruh bagi jemaah, baik dari sisi teori maupun praktik ibadah haji.
"Ini bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi merupakan simulasi sesungguhnya. Kami ingin memastikan setiap jemaah memahami tata cara ibadah haji secara menyeluruh agar bisa mandiri dan khusyuk saat berada di Tanah Suci,” tegas Shabri, Rabu (30/4).
Turut hadir dan memberi materi dalam kegiatan ini, Ketua MUI Bolmong Sulaeman Amba, serta para narasumber diantaranya ada Hendrongi Ngampo, S.Ag., ME, H. Kifli Lamusa, S.Hi., MH, tim pembimbing ibadah, dokter kloter, tenaga kesehatan, serta mwakili Bupati Bolmong Dr. (CH) Ramlah Mokodongan SE, M.S.i, dan jajaran Kesra Pemkab Bolmong.
Rangkaian manasik difokuskan pada praktik langsung pelaksanaan rukun dan wajib haji, mulai dari niat ihram, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, melontar jumrah, hingga thawaf dan sa’i. Para jemaah juga dilatih manajemen waktu dan strategi menjaga stamina di tengah kondisi cuaca ekstrem yang biasa terjadi di Arab Saudi.
Tak hanya itu, simulasi juga mencakup tata cara penggunaan fasilitas haji seperti mengenakan kain ihram, pengelolaan konsumsi, hingga edukasi kesehatan yang diberikan langsung oleh dokter kloter, sebagai antisipasi dini terhadap potensi gangguan kesehatan selama berhaji.
"Simulasi seperti ini sangat penting agar jemaah tidak kaget saat di lapangan. Mereka harus tahu ke mana harus bergerak, kapan harus bertindak, dan bagaimana menjaga kekhusyukan dalam situasi yang sangat padat," ujar Hendrongi.
Kegiatan ini menjadi penutup bimbingan haji tingkat kabupaten, dan diharapkan para jemaah yang tergabung dalam Kloter 13 ini akan menjadi jemaah yang mandiri, tertib, dan mabrur. Manasik terakhir ini juga menjadi momentum spiritual untuk memperkuat niat dan mental para jemaah sebelum mereka resmi diberangkatkan menuju embarkasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....