JICAF 2026 Perluas Ruang Kreatif

  • 17 Mei 2026 18:43 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Jakarta Illustration & Creative Arts Fair atau JICAF kembali digelar pada 2026 dengan pendekatan yang terasa semakin serius sebagai ruang kuratorial bagi ilustrasi dan seni kreatif Indonesia.

Dalam pengumuman terbarunya, JICAF menegaskan bahwa tahun ini mereka tidak hanya menghadirkan pameran karya visual, tetapi juga membangun percakapan lintas disiplin melalui Board of Curators yang diisi nama-nama dari dunia desain, musik, film, budaya populer, hingga industri kreatif. Langkah ini menunjukkan bagaimana ilustrasi kini tidak lagi dipandang sekadar medium visual pelengkap, tetapi sudah berkembang menjadi bahasa budaya yang memengaruhi banyak sektor kreatif.

Dari materi pengumuman yang dibagikan melalui media sosial resmi JICAF, proses kurasi tahun ini disebut akan berfokus membaca arah budaya visual yang sedang bergerak di Indonesia, mulai dari estetika digital, budaya internet, sampai pendekatan personal generasi kreator baru.

Salah satu hal yang paling menarik dari JICAF 2026 adalah keberagaman perspektif kuratornya. Nama Adjis Doaibu hadir membawa sudut pandang hiburan dan budaya populer yang selama ini dekat dengan generasi internet. Lalu ada Sherina Munaf yang dipercaya menjadi kurator kategori SPARKS, sebuah kategori yang difokuskan untuk talenta baru dan kreator muda. Dalam penjelasan yang dibagikan JICAF melalui akun media sosial mereka, SPARKS dibentuk untuk mencari kreator dengan intuisi visual kuat meski belum memiliki pengalaman profesional panjang.

Pendekatan ini menarik karena banyak ruang kreatif biasanya lebih menitikberatkan portofolio matang dibanding keberanian eksplorasi. Selain Sherina, hadir pula Hermawan Tanzil dari LeBoYe Graphic Design Studio dan Dimas Djayadiningrat yang dikenal lewat pendekatan visual kuat di dunia film dan iklan. Kombinasi ini membuat proses kurasi JICAF terasa lebih cair dan tidak terjebak dalam satu selera visual tertentu.

Board of Curators tahun ini juga diisi sejumlah figur dari industri kreatif Indonesia seperti Marchella FP, Ykha Amelz, Andrey Noelfry, Irvine Priscillia, hingga Nicola Schwartz. Kehadiran nama-nama ini memperlihatkan bahwa ilustrasi kini semakin terhubung dengan industri kreatif yang lebih luas, termasuk branding, storytelling, media sosial, musik, sampai budaya visual sehari-hari.

Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan ilustrasi Indonesia memang bergerak cukup cepat. Banyak ilustrator lokal kini tidak hanya bekerja untuk galeri atau media cetak, tetapi juga masuk ke industri fashion, game, animasi, merchandise, hingga kampanye digital global. JICAF tampaknya mencoba menangkap perubahan itu dengan membuka ruang yang lebih fleksibel bagi berbagai pendekatan visual, termasuk karya otodidak dan eksperimen lintas medium.

Seleksi JICAF 2026 sendiri dibagi ke dalam dua kategori utama, yaitu SPARKS dan PROFESSIONAL. Kategori SPARKS ditujukan untuk kreator baru dengan penilaian yang lebih menekankan orisinalitas, insting kreatif, dan keberanian visual. Sementara kategori PROFESSIONAL difokuskan pada kreator berpengalaman dengan penilaian terhadap kualitas teknis, eksekusi, dan kematangan konsep visual.

Pendekatan dua jalur ini cukup penting karena memberi ruang bagi kreator muda untuk tampil tanpa harus bersaing langsung dengan nama besar industri. JICAF 2026 dijadwalkan berlangsung pada 17 September hingga 4 Oktober 2026 dan diperkirakan kembali menjadi salah satu pertemuan terbesar bagi komunitas ilustrasi dan seni kreatif Indonesia. Di tengah industri kreatif yang makin cepat berubah akibat teknologi dan algoritma media sosial, JICAF mencoba mempertahankan satu hal penting. Bahwa karya visual tetap lahir dari sudut pandang manusia, pengalaman personal, dan keberanian untuk melihat dunia secara berbeda.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....