Pentingnya Menjaga Keseimbangan Kerja dan Kehidupan Pribadi
- 31 Jul 2025 15:47 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Dalam era kerja modern yang semakin kompetitif, tuntutan profesional yang tinggi sering kali membuat banyak pekerja kesulitan menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Para ahli mengingatkan bahwa ketidakseimbangan ini dapat berdampak serius terhadap kesehatan mental, produktivitas, dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Sebuah tulisan dari seorang psikolog dikutip dari IG Devalue, dijelaskan bahwa bekerja secara berlebihan tanpa waktu istirahat yang cukup dapat menyebabkan kelelahan kronis, stres berkepanjangan, hingga burnout. "Manusia bukan mesin. Tubuh dan pikiran butuh jeda agar bisa berfungsi optimal," demikian tulis dr Ratna Sari, M.Psi.
Survei terbaru yang dilakukan oleh Lembaga Survei Kehidupan Kerja Indonesia (LSKKI) pada awal 2025 menemukan bahwa 62% pekerja kantoran di Indonesia merasa waktu mereka untuk keluarga dan diri sendiri semakin berkurang. Sebanyak 45% responden mengaku membawa pekerjaan ke rumah atau tetap bekerja di luar jam kerja secara rutin.
Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. Karyawan yang mengalami burnout cenderung mengalami penurunan fokus, lebih sering sakit, dan memiliki tingkat kepuasan kerja yang rendah. Sebaliknya, perusahaan yang mendukung work-life balance cenderung memiliki tingkat retensi karyawan yang lebih tinggi dan budaya kerja yang lebih sehat.
Beberapa perusahaan di Indonesia mulai mengambil langkah positif, seperti menerapkan kebijakan kerja fleksibel, hari kerja hybrid, dan cuti kesehatan mental. Pemerintah pun mendorong perusahaan untuk memperhatikan hak istirahat dan batas jam kerja yang manusiawi.
"Keseimbangan bukan berarti bekerja lebih sedikit, tapi bagaimana kita bisa memberikan waktu dan perhatian yang cukup untuk hal-hal yang penting dalam hidup selain pekerjaan," tambah dr. Ratna.
Para pakar menyarankan individu untuk menetapkan batasan yang jelas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, seperti tidak membalas email di luar jam kerja, memanfaatkan cuti secara maksimal, dan meluangkan waktu untuk keluarga, hobi, serta istirahat yang berkualitas.
Dengan menjaga keseimbangan tersebut, pekerja dapat menjadi lebih sehat, lebih bahagia, dan lebih produktif dalam jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....