Berbasis Masyarakat Kelompok Pengelolaan Akses Area Perikanan Sulut

  • 12 Sep 2025 10:08 WIB
  •  Manado

KBRN,Manado : Herson Makalingkas warga desa kahakitang kecamatan Tatoareng kabupaten kepulauan Sangihe mengakui sangat menikmati pelatihan di Grand Wizz megamas Manado 8 sampai 12 September 2025.

Sebagai masyarakat pesisir, Herson menjalani pelatihan pengawasan berbasis masyarakat bagi kelompok Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP).

Dia mengakui meskipun bermukim dengan pemandangan laut orientasi kehidupannya selama ini hanyalah melaut,menangkap ikan dan menjual.

Herson Makalingkas dkk bertekad menjaga dan mengawasi akses perikanan di seputar kecamatan Tatoareng Sangihe

Melalui pelatihan kerja sama Rare Indonesia dinas perikanan Sulut, Herson dan Kawan Kawan mendapatkan tanggung jawab pengawasan Sumber daya kelautan dan perikanan.

" dari rutinitas melaut kini bersama teman teman kami juga mengawasi perairan kami dan perusakkan dan eksploitasi berlebihan,bahkan sampai ke peluang ekonomi," kata Malingkas.

Herson dan Kawan Kawan di Nusa Utara sepakat membentuk jejaring kelompok PAAP yang akan selalu terkoneksi dengan kelompok serupa di kabupaten pesisir Sulawesi Utara.

Sementara itu Senior Direktor Rare Indonesia Raymond Jacob optimis peserta pelatihan akan merasa memiliki Kawasan laut di pemukimannya.

" Laut dan sumber kehidupan sudah ada di depan mata masyarakat pesisir ada kejadian di kawasan itu dampaknya juga ke mereka,oleh sebab itu kelompok pengelola akses perikanan itu sangat penting dan berperan," katanya.

Pelatihan itu diikuti 124 peserta ,13 kawasan PAAP dari 10 kabupaten pesisir Sulawesi Utara.

Materi yang diberikan mencakup pemahaman regulasi, mekanisme pelaporan pelanggaran, teknik pengawasan partisipatif, hingga strategi kolaborasi lintas sektor bersama pemerintah daerah, POLRI, dan TNI AL.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....