Standar Ganda dalam Cara Manusia Menilai

  • 29 Sep 2026 10:06 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Penilaian terhadap suatu tindakan dapat berubah ketika pelakunya berbeda. Perilaku yang dianggap tidak dapat dibenarkan pada orang lain terkadang mendapatkan penjelasan yang lebih longgar ketika seseorang sendiri melakukan hal serupa. Perbedaan ukuran inilah yang dikenal sebagai standar ganda.

Penelitian “Being good to look good: Self-reported moral character predicts moral double standards among reputation-seeking individuals” dalam British Journal of Psychology menunjukkan bahwa anggapan seseorang mengenai kualitas moral dirinya tidak selalu sejalan dengan cara ia menilai perilaku orang lain. Penelitian tersebut menganalisis data 34.323 orang dan melibatkan 700 peserta dalam eksperimen. Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang menilai karakter moralnya dengan cara tertentu dapat memberikan penilaian lebih keras terhadap kesalahan orang lain dibandingkan terhadap kesalahan yang dilakukan sendiri.

Kecenderungan tersebut terlihat lebih kuat pada individu yang memiliki perhatian besar terhadap reputasi. Hal ini menunjukkan bahwa upaya mempertahankan citra positif dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penilaian terhadap perilaku.

Perbedaan penilaian berdasarkan posisi seseorang juga dibahas dalam penelitian “Moral Hypocrisy on the Basis of Construal Level: To Be a Utilitarian Personal Decision Maker or to Be a Moral Advisor?” yang diterbitkan dalam PLOS ONE. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa keputusan yang berkaitan langsung dengan diri sendiri dapat dipertimbangkan secara berbeda dibandingkan ketika seseorang menilai keputusan orang lain.

Jarak psikologis menjadi salah satu faktor yang berperan. Ketika berada dalam situasi sendiri, seseorang dapat lebih memperhatikan keadaan konkret dan dampak tertentu. Namun, ketika memberikan penilaian kepada orang lain, perhatian dapat bergeser pada aturan, prinsip, atau konsekuensi secara lebih umum.

Temuan mengenai perbedaan ukuran juga terlihat dalam penelitian “Double Standards in the COVID-19 Pandemic: The Moderation of Perceived Threat” terhadap 2.180 peserta dari Amerika Serikat dan Tiongkok. Penelitian tersebut menemukan bahwa peserta dalam kondisi tertentu memberikan tuntutan yang lebih tinggi kepada orang lain dibandingkan kepada dirinya sendiri dalam menjalankan aturan kesehatan. Tingkat ancaman yang dirasakan turut memengaruhi seberapa besar perbedaan antara penilaian terhadap diri sendiri dan orang lain.

Standar ganda dapat muncul tanpa selalu disadari oleh orang yang melakukannya. Seseorang biasanya mengetahui alasan, keadaan, dan pertimbangan yang melatarbelakangi tindakannya sendiri sehingga lebih mudah memberikan toleransi kepada diri sendiri. Karena itu, membandingkan penilaian terhadap diri dan orang lain dapat menjadi cara sederhana untuk melihat apakah ukuran yang digunakan sudah konsisten.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....